FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Chandra Asri (TPIA) Uji Kelayakan Sambil Berhitung Cuan Proyek PSEL Danantara

Administrator - 21/07/2026 15:35

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten terafilasi Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) masih berhitung soal estimasi kontribusi pendapatan yang bakal didapatkan dari proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Danantara. General Manager of Legal & Corporate Secretary TPIA Erri Dewi Riani menjelaskan bahwa perseroan masih belum dapat memberikan estimasi potensi kontribusi pendapatan maupun laba bersih dari proyek PSEL tersebut terhadap PT CWE secara langsung, mengingat proses uji kelayakan atau feasibility study (FS) baru akan dilaksanakan. "Proses saat ini masih berada pada tahap awal studi dan evaluasi kelayakan, dan kelanjutan proyek PSEL akan bergantung antara lain pada hasil FS yang kemudian akan dikeluarkan final letter of award," kata Erri dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (21/7/2026). Adapun, entitas perseroan yaitu PT Chandra Waste Energy (PT CWE) menjadi satu dari delapan mitra terpilih dalam proyek PSEL yang dilelang oleh Danantara dalam tender tahap kedua. Erri menambahkan bahwa TPIA selalu terbuka terhadap kesempatan yang ada dalam rangka mendukung kinerja usaha perseroan dan grup perseroan agar tetap tumbuh secara berkelanjutan.

 Perseroan juga akan tetap berupaya mengikuti dan mematuhi ketentuan dari peraturan pasar modal yang berlaku dalam setiap aksi korporasi. Selain estimasi kontribusi keuangan, nilai maupun komitmen investasi final yang menjadi porsi TPIA melalui PT CWE dalam konsorsium juga belum dapat ditentukan. PT CWE sendiri tergabung dalam konsorsium Masa Depan Energi Indonesia bersama dengan Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. Konsorsium ini terpilih dalam proyek PSEL di Serang Raya dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.161 ton per hari.

"Peran PT CWE saat ini adalah sebagai anggota konsorsium dalam pelaksanaan FS untuk mengevaluasi aspek teknis, komersial, finansial, dan pengembangan proyek," kata Erri. Sebelumnya, Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, menjelaskan bahwa pihaknya senantiasa berupaya melakukan diversifikasi bisnis secara berkelanjutan untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia. "Dalam konteks tersebut, pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy) merupakan salah satu inisiatif yang sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung ekonomi sirkular dan pengembangan solusi yang lebih berkelanjutan," kata Chrysanthi kepada Bisnis, Selasa (15/7/2026). Melansir laporan tahunan TPIA 2025, PT Chandra Waste Energy sebelumnya bernama PT Chandra Global Maritim (CGM). Perusahaan ini berdiri pada 2025 dan semula bergerak di bidang angkutan laut. PT Chandra Waste Energy merupakan anak perusahaan tidak langsung TPIA dengan kepemilikan perseroan sebesar 100%.

Dalam laporan kuartal I/2026 yang tidak diaudit, jumlah aset sebelum eliminasi yang dimiliki PT Chandra Waste Energy tercatat sebesar US$12.000. Saat ini, perusahaan belum beroperasi secara komersial dan sedang dalam tahap pengembangan. Sebagai informasi, TPIA memiliki tiga segmen usaha, yakni energi, kimia, dan infrastruktur. Segmen infrastruktur terdiri dari bisnis grup berupa penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan lainnya, sewa tangki dan dermaga, serta jasa sewa kapal.

Dalam kuartal pertama 2026, segmen infrastruktur menjadi kontributor paling minor dalam jumlah pendapatan secara konsolidasian, yakni mencapai US$87,50 juta. Walau porsinya paling kecil, nilai tersebut meningkat dari posisi US$52,01 juta pada periode yang sama pada 2025. Chandra Asri Grup saat ini telah memiliki fasilitas pengolahan sampah di Serang, titik proyek PSEL yang akan digarap perseroan. Namun, fasilitas ini belum beroperasi secara komersial, melainkan untuk aktivitas substitusi energi yang dipakai perusahaan. Berdasarkan catatan Bisnis, pada Agustus 2025 perseroan telah memperkuat pemanfaatan energi baru terbarukan dengan mengubah sampah menjadi sumber energi melalui cofiring RDF (Refuse-Derived Fuel). Implementasinya telah direalisasikan pada boiler batu bara Chandra Asri Group Site Office Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten.

RDF ini digunakan sebagai bahan bakar alternatif sebesar 5% dari total kebutuhan energi pada boiler, dengan volume pemanfaatan mencapai 60,33 ton sampah pada bulan Juli 2025. Dari angka tersebut, jumlah emisi karbon  yang dapat direduksi diperkirakan mencapai 29,63 ton CO2 ekuivalen.

 

Filter