Siloam Berencana Beli Kembali Sahamnya. (01/11/2019)

FAC News

IHSG Semakin Loyo, Korporasi Tunda IPO

Administrator - 26/03/2020 09:41

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal sulit mencapai target 60 initial public offering (IPO) tahun ini. Pasalnya, pasar modal sedang terguncang.

Sejak awal tahun hingga Selasa (24/3) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah turun hingga 37,49%. Alhasil, beberapa perusahaan menunda IPO.

Salah satunya PT Nara Hotel Internasional yang memutuskan menunda melakukan proses IPO hingga Juni 2020. Mestinya NARA listing di bursa 20 Maret 2020.

Direktur Utama Nara Hotel Internasional Adrianus Daniel Sulaiman mengatakan, melalui rapat Direksi dan Komisaris, pihaknya memutuskan untuk tidak mengambil IPO di tanggal 20 Maret.

"Market juga sedang crash, investasi sedang kurang kondusif. Kami tunggu momen tepat untuk IPO lagi," kata dia ke KONTAN, Rabu (25/3).

Selain memundurkan jadwal IPO, Nara Hotel tengah berupaya meraih kontrak-kontrak baru yang tidak terkena dampak Covid-19. Saat ini, pihaknya tetap menjalankan penjajakan sembilan proyek baru pengelolaan properti hotel, beach club dan hunian vertikal.

Nara juga melakukan penjajakan dengan beberapa perusahaan dan pemilik properti lainnya di Indonesia. "Kami hitung risiko dalam kondisi ekonomi saat ini, sehingga perusahaan dapat bertahan dalam kondisi ekonomi yang kurang baik," ujar Daniel.

IPO Lion Air

Nara Hotel juga akan melakukan konsolidasi dalam hal strategi terkait bisnis berkelanjutan, sekaligus fokus menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Nara juga berharap ekspansi bisnis bisa mendorong pertumbuhan.

Selain Nara Hotel, kemungkinan IPO Lion Air juga akan ditunda dari sebelumnya listing kuartal III-2020 ini. Lion Air membidik dana segar sekitar US$ 500 juta sampai US$ 1 miliar dari hasil IPO.

Namun manajemen Lion Air masih enggan mengomentari kabar penundaan rencana IPO. Corporate Communication Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro tak menjawab gamblang. "Lion Air tidak mengomentari spekulasi pasar," ungkap dia singkat ke KONTAN.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyatakan, perusahaan yang sedianya IPO bisa menunggu pasar kondusif. "Tergantung sudah ada investor strategis atau belum. Kalau belum dan mengandalkan pasar lebih baik menunggu pasar menjadi kondusif," papar dia.

Janson Nasrial, Senior Vice President Research Kanaka Hita, mengatakan target BEI untuk menambah jumlah emiten baru sangat berat dicapai tahun ini. "Keputusan yang tepat untuk menunda IPO sampai kasus korona sudah menunjukkan kurva mendatar," terang dia.

Filter