Masuk Pengawasan, BEI Pantau Pergerakan Saham SOHO

FAC News

Usai Dilego Albizia Asean, Begini Kondisi Bisnis Pizza Hut

Administrator - 16/09/2020 08:27

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen pengelola waralaba restoran Pizza Hut Indonesia, yakni PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), mengungkapkan perkembangan bisnis perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

Kurniadi Sulistyomo, Corporate Secretary PZZA, mengatakan perseroan masih melakukan pembatasan waktu dan jam untuk kegiatan usaha dan operasional outlet restoran serta pembatasan kapasitas tempat duduk (dine-in) di berbagai wilayah kabupaten atau kotamadya di Indonesia.

Namun, sampai saat ini perseroan belum melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja), pemotongan gaji atau perumahan karyawan.

Namun demikian kami mengatur penyesuaian terhadap jadwal shift kerja, khususnya untuk karyawan outlet restoran. Hal ini disesuaikan dengan pembatasan jam dan waktu kegiatan usaha di masing-masing kabupaten dan kotamadya," katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15//9/2020).


"Kami juga melakukan berbagai upaya strategi pemasaran dan promosi untuk mempertahankan penjualan produk kami di outlet," katanya.Perseroan memprediksi terjadi penurunan total pendapatan di bawah 25% tahun ini, sementara laba bersih juga diramal terkoreksi hingga 75%.

Sebagai informasi, jumlah karyawan perusahaan baik tetap dan tidak tetap memang berkurang hingga saat ini menjadi 7.818 dari akhir tauhn lalu 8.649 orang.

Pada kuartal I-2020, PZZA mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 85% menjadi Rp 6,04 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, PZZA membukukan laba bersih Rp 40,17 miliar.

Pada 3 bulan pertama tahun ini, Sarimelati membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 955,64 miliar, naik 5,58% dari tahun sebelumnya Rp 902,28 miliar.

 


Adapun pada semester I-2020, penjualan turun 6,7% menjadi Rp 1,81 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,94 triliun, sementara laba bersih anjlok 89% menjadi Rp 10,48 miliar dari sebelumnya Rp 99,65 miliar.

Sebelumnya, perusahaan pengelola dana atau hedge fund asing, Albizia ASEAN Opportunities Fund, juga mengurangi kepemilikan sahamnya di PZZA.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, Albizia melepas 0,56% porsi kepemilikan sahamnya di Sarimelati atau setara dengan 17.680.400 juta saham. Penjualan tersebut dilakukan atas nama DBS Bank Ltd S/A Albizia ASEAN Opportunities Fund.

Divestasi saham itu dilakukan pada 19 Agustus 2020, dengan harga penjualan Rp 646/saham. Dengan demikian, total kepemilikan saham Albizia di PZZA menjadi hanya sebesar 5,78% atau sebanyak 173.854.100 saham daripada sebelumnya sekitar 6,34% atau 191.534.500 saham.

Lewat transaksi penjualan tersebut, nilai divestasi itu berarti sebesar Rp 11,42 miliar. Dengan demikian porsi saham Albizia menjadi 173.854.100 saham atau jika mengacu harga saham tertinggi PZZA di level Rp 1.145/saham pada awal Januari 2020, nilai investasi Albizia di PZZA mencapai Rp 199,06 miliar.

Albizia beralamat di 36 Armenian Street #03-07, Lobby 1 Singapore 179934. Mengacu situs resminya, Albizia memegang lisensi layanan pasar modal di bawah regulasi Securities and Futures Act (Singapore Act) dengan pengawasan dari otoritas pasar modal dan perbankan Singapura, Monetary Authority of Singapore.

"Tujuan dari transaksi tersebut untuk divestasi dengan status kepemilikan saham langsung," kata Direktur Albizia Capital Pte Ltd Kwek Thong How dalam surat keterbukaan informasi, dikutip Senin (24/8/2020).

Mengacu laporan keuangan Juni 2020, pemegang saham PZZA terdiri dari PT Sriboga Raturaya sebesar 64,79%, DBS Bank Ltd. S/A Albizia 6,34%, lalu JPMCB NA AIF CLT RE- The Scottish Oriental Smaller Companies Trust Plc 5,28%, dan investor publik 23,59%.

Pekan lalu, manajemen Sarimelati Kencana, pemegang lisensi waralaba (franchisee/terwaralaba) Pizza Hut di Indonesia, menegaskan kembali status perusahaan seiring dengan proses kepailitan yang diajukan NPC International Inc, pemegang waralaba Pizza Hut di Amerika Serikat (AS).

Filter