FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

REBALANCEING MASIH DITAHAN, BEI PASTIKAN TERUS KOMUNIKASI DENGAN MSCI

Administrator - 21/04/2026 14:30

IQPlus, (21/4) - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik memastikan terus menjalin komunikasi dengan para penyedia indeks global (penyedia indeks global) termasuk MSCI.

Selain itu, ia memastikan BEI akan terus menjalin komunikasi dengan para investor global, sebagai upaya untuk mendapatkan masukan demi penguatan pasar modal Indonesia.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan penyedia indeks. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan guna penguatan pasar modal ke depan,” ujar Jeffrey kepada awak media di Jakarta, Selasa.

Dalam kesempatan ini, Jeffrey mengapresiasi pernyataan MSCI yang telah menerima empat proposal agenda reformasi pasar modal Indonesia.

“Kami mengapresiasi bahwa empat proposal yang telah kami sampaikan di-acknowledge oleh MSCI,” ujar Jeffrey.

Ia memastikan BEI rutin mengadakan pertemuan dengan MSCI, dengan pertemuan terakhir pada 16 April 2026.

"Kami telah bertemu dengan MSCI tanggal 16 April (2026)," ujar Jeffrey.

Dalam pengumumannya pada Senin (20/4/2026), MSCI telah mengakui upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam melakukan agenda reformasi transparansi pasar modal di Indonesia.

Namun demikian, MSCI masih menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas sumber data, serta langkah-langkah baru dalam konteks penentuan free float dan penilaian investabilitas yang lebih luas.

MSCI mengatakan masih akan mempertahankan langkah-langkah yang telah diumumkan sebelumnya, yang saat ini berlaku untuk pasar Indonesia, di antaranya pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), dan pembekuan pergerakan naik antarindeks ukuran segmen, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Selain itu, sehubungan dengan perlakuan terhadap pasar negara lain, MSCI mengumumkan akan menghapus saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

MSCI juga dapat menggunakan data mengungkapkan pemegang saham 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float jika sesuai.

Dalam pengumuman terbarunya, MSCI tidak membahas terkait potensi reklasifikasi Indonesia dari status emerging market menjadi frontier market.

Ke depan, MSCI akan terus berinteraksi dengan pelaku pasar dan otoritas terkait di Indonesia, serta menyambut baik umpan balik dari pelaku pasar mengenai sumber dan ukuran data baru yang dirilis otoritas Indonesia, termasuk efektivitasnya untuk menentukan free float dan penilaian investabilitas.

Selanjutnya, MSCI akan mengomunikasikan lebih lanjut terkait hal ini dalam tinjauan aksesibilitas pasar pada Juni 2026.

Filter