FAC News
Performa TAXI Kian Kinclong, PO Susanto Agresif Serok Jutaan Lembar
EmitenNews.com - Perusahaan Otobus (PO) Susanto terus menimbun saham Express Transindo Utama (TAXI). Itu dilakukan perusahaan asal Semarang, Jawa Tengah tersebut dengan menjala 11,3 juta saham perseroan. Transaksi akumulasi telah dipatenkan pada 21 Mei 2026.
Aksi senyap tersebut dibbantu oleh KB Valbury Sekuritas. Dengan penuntasan pembelian itu, tabulasi saham TAXI dipangkuan PO Susanto per lahan makin bertambah. Tepatnya, menjadi 575,2 juta saham setara dengan 5,63 persen. Melonjak dari periode sebelum transaksi hanya 563,9 juta helai selevel 5,52 persen.
Sayangnya, transaksi tersebut tidak dilengkapi dengan data terperinci. Namun, kalau mengacu data perdagangan saham terakhir edisi Jumat, 22 Mei 2026, di level Rp14 per helai, maka transaksi PO Susanto bernilai kurang lebih sekitar Rp158,2 juta.
Sementara itu, pada kuartal I 2026, TAXI mulai menunjukkan perbaikan kinerja. TAXI sukses mempertipis rugi bersih lebih dari 80 persen. Itu seiring lonjakan pendapatan usaha melesat hampir empat kali lipat dibanding periode sama tahun lalu.
Pendapatan TAXI meroket 239,6 persen menjadi Rp2,26 miliar dibanding edisi sama tahun lalu hanya Rp668,09 juta. Lompatan pendapatan itu, ikut mendorong perbaikan profitabilitas. TAXI mengemas laba kotor Rp575,11 juta, berbalik dari edisi sama tahun lalu dengan rugi bruto Rp1 miliar.
Kendati begitu, TAXI masih mencatat rugi usaha Rp383,85 juta. Namun, angka itu lebih baik dibanding fase sama tahun sebelumnya dengan rugi usaha Rp1,20 miliar. Peningkatan beban umum dan administrasi menjadi salah satu faktor penekan kinerja. Pos beban naik menjadi Rp958,97 juta dari Rp204,66 juta.
Mayoritas dari pos gaji dan tunjangan Rp768,08 juta, dari periode sama tahun lalu, pos tersebut tercatat nihil. Setelah mengalkulasi penghasilan dan beban lain-lain, rugi tahun berjalan TAXI tercatat Rp337,87 juta atau susut 82,6 persen dibanding kuartal I 2025 sebesar Rp1,94 miliar.
Sementara itu, rugi bersih dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp322,59 juta, turun 83,3 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp1,93 miliar.
Per 30 April 2026, pemegang saham TAXI antara lain Verawaty Ling 1,05 persen, Andi Indarto hartono 1,23 persen, Agus Prayitno 1,77 persen, Lauw Susanto 3,96 persen, Robert 4,4 persen, PO Susanto 5,52 persen, Valbury Asia Futures 1,03 persen, HP Capital Resources 1,42 persen, dan Jakarta Sinar Intertrade 2,37 persen.
Jumlah saham free float TAXI 9,65 miliar lembar setara dengan 94,48 persen. Susut 5,52 persen dari bulan sebelumnya 10,22 miliar helai alias 100 persen. Total pemegang saham nasabah pemilik SID berjumlah 16.337 pihak, bertambah 107 pihak dari periode bulan sebelumnya 16.444 pihak.