FAC News
NTBK BIDIK RP500 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE UNTUK EKSPANSI EV DAN TAMBANG
IQPlus, (8/5) - Emiten manufaktur kendaraan khusus, PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK), resmi mengumumkan rencana aksi korporasi melalui penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue pada tahun 2026. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang dan diversifikasi bisnis.
Dalam materi Public Expose yang disampaikan, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 2,5 miliar lembar saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp200 per lembar saham. Melalui aksi ini, NTBK menargetkan dapat menghimpun dana segar hingga Rp500 miliar.
Manajemen mengungkapkan bahwa dana hasil right issue tersebut akan dialokasikan secara strategis ke lima program utama. Porsi terbesar, yakni 40% atau sekitar Rp200 miliar, akan digunakan untuk memperkuat permodalan anak perusahaan, PT Pilar Pratama Dinamika, demi meningkatkan kapasitas operasional dan kesehatan finansial jangka panjang.
Selain pembelian modal anak usaha, NTBK mengalokasikan dana 28% (Rp140 miliar) untuk perluasan pabrik perakitan tahap II yang mencakup pembelian lahan serta penambahan mesin produksi. Sementara itu, dana 16% (Rp80 miliar) akan dikhususkan untuk pengembangan bisnis kendaraan listrik (EV), termasuk penyediaan modal kerja dan peningkatan kapasitas operasional di sektor tersebut.
Sebagai bagian dari diversifikasi strategi, NTBK juga mengalokasikan dana 10% (Rp50 miliar) untuk mengakuisisi perusahaan di bidang jasa pertambangan guna menangkap peluang pertumbuhan di sektor tersebut. Sisanya sebesar 6% atau Rp30 miliar akan digunakan untuk pembangunan awal fasilitas assembling plant tambahan.
Direksi NTBK menyampaikan optimisme bahwa diversifikasi bisnis kendaraan listrik dan sektor pendukungnya akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Perseroan di masa depan. Meskipun pada tahun buku 2025 penjualan tercatat turun menjadi Rp96,59 miliar, Perseroan tetap mampu membukukan peningkatan laba bersih sebesar 10,54% menjadi Rp706,97 juta berkat efisiensi operasional yang konsisten.
Aksi korporasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat neraca keuangan perusahaan, tetapi juga meningkatkan daya saing NTBK di industri manufaktur dan transisi energi nasional.