FAC News
MDKA Sedot Biaya Eksplorasi Rp99,16 Miliar, Bukit Tujuh Dominan
EmitenNews.com - Merdeka Copper Gold (MDKA) menghabiskan dana eksplorasi Rp99,16 miliar setara USD5,93 juta. Dana tersebut terserap sepanjang kuartal IV 2025. Aktivitas eksplorasi terpusat di Tujuh Bukit Jawa Timur, eksplorasi proyek Damai Suksesindo (DSI) Jawa Timur, dan Pulau Wetar Maluku Barat Daya.
Di Tujuh Bukit, fokus utama ada pada sumber daya tembaga emas, dan emas perak. Eksplorasi DSI berfokus pada eksplorasi tembaga, emas dan perak, sedangkan di Wetar difokuskan pada sumber daya tembaga. Khusus proyek tujuh bukit Jawa Timur menyerap anggaran Rp88,18 miliar alias USD5,28 juta.
Fokus pekerjaan terdiri dari pengeboran definisi sumber daya umur tambang, dan pekerjaan eksplorasi regional. Hasil eksplorasi yaitu satu rig reverse circulation (RC) dan 10 rig diamond drill (DD) telah menyelesaikan 130 lubang bor dengan total pengeboran 23.151,6 meter.
Selain itu, survei geofisika induced polarisation telah dilakukan di Lompongan, Salakan Barat, dan Salakan Timur, mencakup 15 array dengan total panjang lintasan 36.500 meter. Survei geofisika ground magnetic juga dilakukan pada 17 array dengan total panjang lintasan 15.600 meter.
Selanjutnya, pengeboran permukaan proyek Tujuh Bukit akan dilanjutkan menggunakan lima rig DD untuk pengeboran definisi sumber daya Tujuh Bukit, dan Gua Macan. Survei geofisika akan dilanjutkan pada target-target regional.
Eksplorasi tambang tembaga Wetar menyedot biaya Rp10,36 miliar atau USD0,62 juta. Hasil eksplorasi pengeboran eksplorasi, dan pengembangan sumber daya sekitar prospek Kali Kuning menyelesaikan 3 lubang bor dengan total kedalaman 291,8 meter. Secara bersamaan, kegiatan eksplorasi regional meliputi survei Induced Polarisation sepanjang 5 array dengan total 18,3 km, pemetaan geologi seluas 61,93 hektar, dan pengambilan 216 sampel.
Target eksplorasi tembaga, emas, dan perak proyek DSI menelan biaya Rp0,63 miliar atau USD0,04 juta. Hasilnya, area prospek telah ditentukan untuk eksplorasi detail. Kegiatan eksplorasi lapangan di DSI dihentikan setelah persetujuan masa penangguhan selama satu tahun dimulai pada 10 Oktober 2024. Selama periode itu, DSI akan melanjutkan studi desktop data geologi, dan reinterpretasi data geofisika.