FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

DSSA Kantongi Izin Stock Split, Saham Menggeliat

Administrator - 12/03/2026 11:37

EmitenNews.com - Dian Swastatika (DSSA) segara melakukan stok split alias pemecahan nominal saham. Stock Split dilakukan dengan rasio 1:25. Dengan demikian, nilai nominal saham baru Grup Sinarmas itu, akan menjadi Rp1 dari saat ini Rp25. 

Rencana aksi korporasi itu, mendapat izin investor. Restu meluncur dengan mulus dari para pemodal dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 11 Maret 2026. Investor setuju dengan suara bulat alias 100 persen dari 5,51 miliar pemegang suara dengan tingkat kuorum kehadiran 89,12 persen. 

Nah, kalau mengacu harga saham perseroan sesuai penutupan perdagangan kemarin, Rp77.750 per helai, setelah stock split, saham perseroan akan menjadi Rp3.110 per eksemplar. Selain itu, jumlah saham beredar akan menjadi 192,63 miliar lembar dari sebelumnya 7,7 miliar eksemplar. 

Stock Split dilakukan dengan sejumlah alasan. Harga saham perseroan saat ini relatif tinggi. Kondisi itu, menyebabkan nilai pembelian untuk satu lot saham perseroan hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor, sehingga berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham perseroan. 

Oleh karena itu, perseroan berharap stock split menjadi opsi terbaik, dan memberi manfaat sebagai berikut. Meningkatkan jumlah lembar saham beredar, sekaligus menjadikan harga per lembar saham lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor. Menjangkau basis investor lebih luas, sehingga dapat menambah jumlah pemegang saham, dan memperkuat struktur kepemilikan saham perseroan.

Mendorong peningkatan volume perdagangan saham, sehingga likuiditas saham di pasar dapat menjadi lebih baik. Menciptakan persepsi lebih positif terhadap prospek, kinerja, dan mendukung pertumbuhan nilai perseroan. Perseroan meyakinkan pelaksanaan stock split tidak akan mengubah hak atau nilai kepemilikan saham investor. 

Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio stock split, sehingga tetap mencerminkan nilai ekonomi yang setara sebelum stock split. Struktur kepemilikan saham tetap terjaga, dan harga per saham menjadi lebih terjangkau. Menyusul izin itu, saham DSSA langsung melejit 200 poin alias 0,26 persen menjadi Rp77.750 per helai.

Sepanjang enam bulan terakhir, saham DSSA longsor 18.500 poin setara 19,22 persen dari edisi 11 September 2025 di level Rp96.250 per lembar. Kalau dikalkulasi sejak awal tahun ini, saham perseroan terkoreksi 20.700 poin atau 21,03 persen periode 2 Januari 2026 di posisi Rp98.450. 

Filter