Kinerja Ciamik, Antam (ANTM) Andalkan Bisnis Emas dan Nikel

FAC News

CATURKARDA RESMI MELANTAI DI BURSA HARI INI

Administrator - 25/11/2021 10:10

IQPlus, (25/11) - PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk, perusahaan pelopor Supermarket Bahan Bangunan pertama di Indonesia dengan nama gerai DEPO BANGUNAN, sudah dinyatakan efektif untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui proses penawaran umum perdana saham atau Initial Public O ffering (IPO). Perseroan secara resmi memperoleh pernyataan e fektif dari O toritas Jasa Keuangan (OJK) pada 16 November! 2021 dengan kode saham DEPO.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan regulator dan pihak penjamin serta seluruh pihak yang tu ru t melancarkan proses ini, sehingga dapat mengawal Depo Bangunan menuju IPO. Kami berharap kehadiran Depo Bangunan nantinya di pasar modal akan memberikan nilai tam bah yang optim al kepada stakeholders dan shareholders melalui transformasi bisnis yang kami lakukan," kata Direktur Utama Depo Bangunan Kambiyanto Kettin dalam keterangan tertulis, Rabu (24/11/2021).

Kambiyanto menjelaskan dengan perolehan pernyataan e fektif ini, O toritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham DEPO sebagai Efek Syariah. Berdasarkan ketentuan regulator pasar modal, yang masuk efek syariah adalah saham dari perusahaan yang produk, jenis bisnis, jasa, dan akad beserta pengelolaannya tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Jenis kegiatan bisnis perusahaan tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah seperti riba, judi, dll.

Depo Bangunan telah menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam proses IPO ini. Berdasarkan prospektus, Depo Bangunan menawarkan harga saham IPO DEPO di Rp 482 per saham. Dengan demikian dana yang akan terkum pul adalah sebesar Rp 493,57 m iliar dari pelepasan 1,024 juta lem bar saham atau 15,08 % dari modal ditem patkan dan disetor penuh.

Corporate Secretary Depo Bangunan, Erwan Irawan mengungkapkan dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha antara lain dengan menambah gerai ritel di sejumlah daerah potensial, menambah produk house brand dan mengembangkan online channel.

"Depo Bangunan menargetkan membuka 3 (tiga) gerai baru dengan standar ukuran luas kurang lebih 4.000m2 setiap tahunnya" ujar Erwan. Tentunya Strategi ekspansi ini, harus memperhatikan perkembangan kondisi pandemik beserta mitigasi resiko untuk mendorong pertum buhan yang berkelanjutan.

Berdasarkan prospektus, penggunaan dana hasil IPO DEPO akan digunakan yakni sekitar 18% (delapan belas persen) untuk belanja modal perseroan, baik pembukaan gerai baru maupun renovasi gerai-gerai Depo Bangunan yang ada saat ini dan dimasa mendatang. Perseroan berencana untuk memperluas jaringan gerainya ke seluruh Indonesia. Sekitar 8% (delapan persen) akan digunakan untuk melunasi pinjaman rekening Koran perseroan kepada Bank. Sekitar 41% (empat puluh persen) digunakan sebagai investasi pada entitas anak, dimana dana tersebut akan digunakan untuk memperluas jaringan gerai ke kota-kota di Indonesia bagian Timur, pengembangan bisnis, modal kerja dan pengembangan IT dan SDM. Dan yang terakhir sekitar 33% (tiga puluh tiga persen) digunakan untuk meningkatkan modal kerja yang mendukung operasional perseroan antara lain dalam pengembangan bisnis berupa ekspansi portofolio produk, pengembangan system IT, pembayaran hutang dagang dan biaya operasional.

Erwan mengungkapkan Depo Bangunan secara fundam ental, menunjukkan perform a positif dan daya tahan yang baik selama pandemi, sepanjang 2020, laba bersih tahun berjalan tercatat mengalami kenaikkan sebesar 14%. Per Juni 2021, laba bersih tahun berjalan tercatat Rp 47,14 m iliar dengan total penjualan bersih Rp 1.167,42 miliar.

Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mukti Wibowo Kamihadi menjelaskan tahapan dari rencana IPO Depo Bangunan terus berlanjut dan telah memperoleh pernyataan e fektif dengan target listing pada tanggal 25 November 2021.

"Kami optimis, saham DEPO akan sangat menarik untuk investor selain fundam ental yang bagus dan berkesinambungan, status Perusahaan yang sedang dalam mode ekspansi, serta prospek pengembangan bisnis juga terbuka lebar untuk menjadi supermarket bahan bangunan yang lengkap dan tersebar di kota-kota/kabupaten di seluruh Indonesia," tam bah W ibowo.

Dengan diterbitkannya pernyataan efektif tersebut, DEPO menggelar penawaran umum perdana dari tanggal 18 November sampai dengan 23 November 2021, penjatahan tanggal 23 November2021, distribusi pada 24 November2021, selanjutnya, listing day DEPO di Bursa Efek Indonesia akan dilaksanakan pada 25 Novem ber 2021.

Wibowo juga menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap IPO DEPO terlihat sangat tinggi, yang ditunjukkan oleh hasil yang mencapai kelebihan pemesanan hingga 14,73x dari porsi pooling yang ditawarkan. Hal ini adalah w ajar mengingat sektor DEPO yang berada di sektor ritel saat ini merupakan sektor yang dim inati oleh investor, baik dalam maupun luar negeri.

"Prospek atas perusahaan ini juga sangat bagus terlihat dari laba bersih yg konsisten naik dan juga kami m elihat bisnis yang dijalankan Perseroan resilience saat masa pandemik ini serta antusias masyarakat yg sangat tinggi saat bookbuilding dilakukan. Dengan pemaparan diatas, hal tersebut yang mem buat yakin kami untuk menjadi Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada IPO kali ini" ujar W ibowo menambahkan.

Per Desember 2020, total 600.000 member tercatat. Di mana terdapat lebih dari 60% m em ber yang melakukan transaksi aktif. Saat ini, Depo Bangunan telah menghadirkan lebih dari 97.000 produk pilihan atau SKU yang tersedia di gerai Depo Bangunan seluruh Indonesia. Dengan kira-kira 1.500 brand terkem uka di industri bahan bangunan.

Filter