FAC News
Buru Dividen, Sejumlah Pentolan BBCA Borong Saham Rp26,13 Miliar
EmitenNews.com - Sejumlah pengurus kompak memborong saham Bank Central Asia (BBCA) Rp26,13 miliar. Itu dilakukan dengan menjala 3,74 juta lembar pada harga Rp6.982 per eksemplar. Transaksi akumulasi komisaris, dan sejumlah direksi perseroan itu, telah dipatenkan pada 25 Maret 2026.
Presiden Direktur BCA, Gregory Hendra Lembong, memboyong 1,13 juta lembar senilai Rp7,92 miliar. So, timbunan saham Hendra menjadi 2,66 juta helai alias 0,002 persen dari 1,53 juta saham setara 0,001 persen. Menyusul kemudian, Tonny Kusnadi. Komisaris BCA itu, menyerap 317.892 helai sejumlah Rp2,21 miliar. Koleksi saham Tonny menjadi 7,81 juta helai setara 0,006 persen dari 7,5 juta saham.
Berikutnya, Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih, mengemas 626.237 saham senilai Rp4,37 miliar. Dengan begitu, tabulasi saham John menjadi 1,72 juta helai alias 0,001 persen dari sebelum transaksi 1,09 juta lembar. Vera Eve Lim juga tidak mau ketinggalan dalam aksi akumulasi saham perseroan.
Sebagai salah satu direktur, Vera membeli 549.859 helai sebesar Rp3,83 miliar. Oleh sebab itu, koleksi saham Vera bertambah menjadi 3,28 juta lembar setara 0,003 persen dari sebelum transaksi dengan donasi kepemilikan 2,73 juta saham setara 0,002 persen. Santoso, sebagai salah satu direktur turut meramaikan aksi akumulasi saham perseroan.
Ya, Santoso diketahui menyerap 495.034 saham sebesar Rp3,45 miliar. Tabungan saham Santoso menjadi 3,76 juta helai alias 0,003 persen dari 3,26 juta saham. Terakhir, Subur Tan atau Tan Ho Hien, memborong 618.958 lembar senilai Rp4,32 miliar. Jadi, Santoso kini mengempit 11,78 juta saham setara 0,01 persen dari 11,16 juta helai atau 0,009 persen.
Sekadar informasi, BCA bakal menyalurkan sisa dividen Rp34,52 triliun. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 60 persen dari koleksi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp57,53 triliun. Para investor akan mendapat suntikan dividen tunai senilai Rp281 per eksemplar.
Tahun lalu, tepatnya 22 Desember 2025, para investor telah mencairkan dividen interim Rp55 per lembar setara Rp6,77 triliun alias 12 persen dari laba 2025. Jadi kalau ditotal, sepanjang 2025 BCA menggelontor dividen total Rp336 per lembar atau Rp41 triliun setara 72 persen laba tahun buku 2025.
Rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan pada 12 Maret 2026. Dan, rincian jadwal pembagian sisa dividen tahun buku 2025 menjadi sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada 27 Maret 2026. Ex dividen pada 30 Maret 2026.
Cum dividen pasar tunai pada 31 Maret 2026, dan ex dividen pasar tunai pada 1 April 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen tunai alias recording date pada 31 Maret 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 8 April 2026. Kebijakan dividen itu, bersandar pada data laporan keuangan per 31 Desember 2025. (*)