TOREHKAN KINERJA BAGUS, ERICK THOHIR TERUS DORONG BNI GO INTERNASIONAL

FAC News

BHIT BUKUKAN PENDAPATAN Rp11,9 TRILIUN DI SEMBILAN BULAN PERTAMA 2022

Administrator - 01/12/2022 13:44

IQPlus, (1/12) - PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) merilis laporan keuangan untuk bulan September 2022. Perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih Rp 11.900,3 miliar pada 9M-2022. Pendapatan terbesar diraih dari iklan non-digital sebesar Rp 3.542,1 miliar, diikuti oleh TV berbayar dan broadband sebesar Rp 2.110,8 miliar.

Sedangkan, iklan digital terus mendominasi peningkatan pendapatan BHIT, naik 33,4% year-on-year (yoy) pada 9M-2022 menjadi Rp 1.903,5 miliar dibandingkan Rp 1.427,1 miliar pada 9M-2021. Ditambah lagi, sektor jasa keuangan digital melesat 191,1% yoy dari Rp 68,9 miliar pada 9M-2021 menjadi Rp 200,6 miliar pada 9M-2022. Perseroan mencatatkan EBITDA Rp 4.291,8 miliar, mewakili 36,1% EBITDA margin dan laba bersih sebesar Rp 1.675,4 miliar.

Secara kuartalan, Perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih Rp 3.580,0 miliar pada kuartal III 2022 yang diperoleh dari kontribusi sektor media sebesar Rp 2.682,0 miliar, sektor jasa keuangan sebesar Rp 666,5 miliar, dan Rp 231,5 miliar dari sektor lainnya. Pendapatan tersebut mendorong Perseroan mencatatkan laba bersih sebanyak Rp 619,4 miliar pada kuartal III 2022 atau meningkat 23,5% dari Rp 501,5 miliar pada kuartal II 2022.

BHIT baru-baru ini resmi memiliki 44,1% PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), seiring dengan berakhirnya periode Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD atau Rights Issue) IATA pada 18 November 2022.

Sebagai pilar bisnis terbaru yang bergabung di bawah MNC Group, sektor energi yang dikembangkan IATA bermula setelah mengakuisisi PT Bhakti Coal Resources (BCR) yang mengelola 8 Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan total area seluas 72.478 Ha.

Hingga akhir September 2022, IATA telah memproduksi lebih dari 3 juta MT, lebih tinggi 64,1% dari produksi batu bara tahun lalu. Menargetkan produksi sebanyak 10 juta MT pada 2023, jumlah tersebut akan terus meningkat seiring bertambahnya cadangan terbukti hasil eksplorasi, yang diyakini setidaknya mencapai 600 juta MT untuk semua IUP. Ke depannya, MNC Group optimis kontribusi IATA akan memberikan dampak signifikan pada pendapatan, EBITDA, dan laba bersih Perseroan.

"Restrukturisasi bisnis digital di sektor media dan jasa keuangan sudah memasuki tahap final, dan pariwisata sudah bangkit. Ditambah konsolidasi IATA yang baru saja menjadi pilar terbaru dari BHIT, akan memberikan tambahan signifikan bagi pendapatan Perseroan mulai November 2022. Tetapi kami tidak akan lengah.

Semua lini bisnis MNC Group terus mempertajam strategi bisnis dan memastikan eksekusi berjalan tepat untuk memposisikan diri sebagai market leader di masing-masing sektor. Menginjak akhir tahun 2022, produktivitas tiap unit bisnis makin ditingkatkan. Sebagai Presiden Direktur, saya terlibat langsung dalam meningkatkan kinerja dan berkomitmen untuk mengangkat MNC Asia Holding ke level yang lebih tinggi dengan inovasi produk dan layanan yang tepat." kata Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group.

Filter