FAC News
Bank MNC (BABP) Geber PMTHMETD 10 Persen Saham, Sambut Investor Baru?
EmitenNews.com - PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) berencana menerbitkan saham baru melalui mekanisme private placement atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 4,45 miliar saham seri B.
Aksi korporasi ini setara 10% dari seluruh saham yang telah disetor penuh dalam perseroan. Setiap saham baru memiliki nilai nominal Rp50 per saham. BABP mencatat, dilusi bagi pemegang saham eksisting maksimal 9,09% jika seluruh saham baru diterbitkan.
Berdasarkan prospektus yang disampaikan perseroan, dikutip Senin (18/5) seluruh dana hasil PMTHMETD setelah dikurangi biaya terkait akan digunakan sepenuhnya untuk pemberian kredit.
Prospektus ringkas menjelaskan aksi korporasi ini bertujuan meningkatkan struktur permodalan, likuiditas perdagangan saham, serta memperluas kapasitas penyaluran kredit BABP.
Prospektus BABP menyebut aksi ini juga membuka peluang masuknya investor strategis yang berminat berinvestasi di perseroan.
Hingga saat ini, calon pemodal yang akan berpartisipasi dalam private placement belum diumumkan.
Harga pelaksanaan akan mengikuti ketentuan POJK No.14 Tahun 2019, yakni paling rendah 90% dari rata-rata harga penutupan 25 hari bursa sebelum tanggal permohonan pencatatan.
“Rencana private placement tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 22 Juni 2026,” tulis Prospektus.
Jika disetujui, PMTHMETD dapat dilaksanakan dalam jangka waktu maksimal 2 tahun, terhitung sejak tanggal RUPSLB hingga 22 Juni 2028.
BABP juga wajib menyampaikan keterbukaan informasi kepada OJK dan publik paling lambat 5 hari kerja sebelum pelaksanaan, serta melaporkan hasil pelaksanaan paling lambat 2 hari kerja setelahnya. Perseroan juga akan mengajukan permohonan pencatatan saham tambahan ke Bursa Efek Indonesia paling lambat 6 hari bursa sebelum tanggal pencatatan.
Jika seluruh saham baru diterbitkan, modal ditempatkan dan disetor penuh BABP akan meningkat dari 44,46 miliar saham menjadi 48,90 miliar saham. Dengan demikian, modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan naik dari Rp3,33 triliun menjadi Rp3,55 triliun.
BABP memperkirakan aksi ini akan memperkuat posisi keuangan. Berdasarkan proforma per 31 Desember 2025, total aset perseroan diproyeksikan naik dari Rp20,27 triliun menjadi Rp20,49 triliun, sementara ekuitas meningkat dari Rp3,75 triliun menjadi Rp3,97 triliun.
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) juga diproyeksi naik dari 24,66% menjadi 25,82% pasca PMTHMETD. Di sisi kualitas aset, NPL gross BABP membaik dari 3,90% pada akhir 2024 menjadi 2,99% pada akhir 2025, sementara NPL net turun dari 2,50% menjadi 2,08%.