FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

ASTRA INTERNATIONAL (ASII) SIAPKAN RP8 TRILIUN DEMI BUYBACK SAHAM

Administrator - 11/06/2026 09:31

IQPlus, (11/6) - PT Astra International Tbk (Perseroan) secara resmi mengumumkan rencana melakukan pembelian kembali (share buyback) saham yang telah dikeluarkan dan dicatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten berkode saham ASII ini mengalokasikan dana internal sebanyak-banyaknya sebesar Rp8.000.000.000.000,- (delapan triliun Rupiah) untuk merealisasikan aksi korporasi tersebut.

Langkah strategi ini diterbitkan melalui keterbukaan informasi resmi pada tanggal 10 Juni 2026 dalam rangka memenuhi ketentuan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Manajemen Astra menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan nilai jangka panjang serta mengoptimalkan imbal hasil bagi para pemegang saham.

Langkah pembelian kembali dinilai sebagai salah satu instrumen disiplin yang dapat digunakan Perseroan untuk mendukung optimalisasi alokasi modal. Di sisi lain, kebijakan ini diambil dengan tetap menjaga kecukupan untuk menambah peluang pertumbuhan masa depan serta mempertahankan posisi keuangan internal yang kuat.

Dalam pelaksanaannya, jumlah saham yang akan dibeli kembali ditetapkan tidak akan melebihi 10% dari modal yang ditempatkan dan disetor Perseroan. Astra juga memastikan bahwa jumlah saham free float di pasar setelah aksi korporasi ini selesai akan tetap terjaga di atas batas minimal, yakni tidak kurang dari 15%.

Selain itu, seluruh anggaran yang disiapkan murni bersumber dari dana internal dan bukan berasal dari pinjaman bank ataupun sisa dana hasil penawaran umum. Astra menegaskan bahwa pelaksanaan buyback saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional, pendapatan, maupun pertumbuhan bisnis.

Perseroan saat ini berada dalam posisi keuangan yang sangat sehat dengan modal dan arus kas yang lebih dari cukup untuk membiayai seluruh kegiatan pengembangan usaha sekaligus membekap aksi korporasi ini. Nilai transaksi Rp8 triliun tersebut juga dinyatakan belum termasuk biaya komisi perantara pedagang efek dan beban terkait lainnya.

Berdasarkan proforma keuangan per 31 Maret 2026, jika dana maksimum digunakan, total aset terkoreksi dari Rp517,8 triliun menjadi Rp509,8 triliun, dan ekuitas turun dari Rp293,1 triliun menjadi Rp285,1 triliun. Kendati demikian, laba bersih berjalan Astra diproyeksikan tetap kokoh dan stabil pada angka Rp6,4 triliun. Hal ini berdampak positif bagi investor karena penurunan jumlah saham beredar otomatis akan mengerek Laba Bersih per Saham (EPS) naik dari Rp146 menjadi Rp149 per lembar saham.

Aksi korporasi berskala besar ini terlebih dahulu akan dibawa ke dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan persetujuan pada 17 Juli 2026. Jika disetujui, periode pelaksanaan pembelian kembali berlangsung secara bertahap atau penuh selama 12 bulan, terhitung mulai 20 Juli 2026 hingga 16 Juli 2027. Astra akan menunjuk satu perusahaan efek untuk mengakhiri pembelian di bursa, dan seluruh saham yang diperoleh akan disimpan sebagai saham treasuri (saham treasury).

Filter