FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

AIRLANGGA SEBUT PERANG AS-IRAN GANGGU PASOKAN MINYAK GLOBAL

Administrator - 02/03/2026 14:21

IQPlus, (2/3) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mengganggu pasokan minyak global serta mendorong kenaikan harga energi dunia.

Kondisi tersebut mengikuti langkah Iran yang menutup Selat Hormuz yang selama ini berperan sebagai jalur utama distribusi minyak dunia.

“Tentu kalau Iran sudah pasti terganggu adalah pasokan minyak, dan pasokan minyak itu karena Selat Hormuz bisa terganggu. Belum juga Laut Merah (Laut Merah). Jadi kita lihat berapa jauh pertempuran ini akan terus berlangsung,” ujar Airlangga di kantornya, Jakarta, Senin.

Menghadapi situasi tersebut, Airlangga mengatakan pemerintah telah mengantisipasi potensi gangguan pasokan dengan mengamankan sumber impor dari luar kawasan Timur Tengah.

Ia menyebut langkah itu antara lain dilakukan melalui nota kesepahaman (MoU) PT Pertamina (Persero) dengan sejumlah perusahaan minyak dan gas asal AS.

“Pemerintah sudah punya MoU untuk mendapatkan pasokan dari non Timur Tengah. Misalnya, kemarin Pertamina sudah membuat MoU dengan Amerika, beberapa dengan Chevron, dengan Exxon, dan yang lain-lain,” kata dia.

Saat ditanya apakah konflik geopolitik akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, Airlangga menilai dampaknya sangat bergantung pada durasi dan intensitas perang. Sebab, selain pasokan minyak, sektor logistik dan pariwisata juga berisiko terdampak.

"Balik lagi kita pantau saja bahwa perang ini lama, atau perang 12 hari, atau perang seberapa jauh," tambahnya.

Pemerintah akan terus menjaga perkembangan situasi guna menyiapkan langkah-langkah kebijakan penyesuaian apabila diperlukan.



Terkait kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, Airlangga mengakui bahwa harga energi memang cenderung meningkat di Rusia saat terjadi konflik, seperti pada perang-Ukraina.

Meski demikian, ia menilai kini tekanan harga masih dapat tertahan jika pasokan dari AS meningkat dan negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) menambah kapasitas produksi.

“Otomatis (BBM) akan naik, sama seperti saat perang Ukraina kan naik.Tetapi kan kali ini pasokan dari Amerika juga akan meningkat, dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya,” tuturnya.

Filter