Siloam Berencana Beli Kembali Sahamnya. (01/11/2019)

FAC News

Produk Rumahtangga Ungkit Penjualan Hero Supermarket (HERO)

Administrator - 26/03/2020 10:09

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona merugikan banyak sektor industri, tapi tidak dengan peritel. PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mencatatkan lonjakan pendapatan di seluruh jaringan tokonya mulai dari Giant, Hero Supermarket, dan Guardian. Ini terutama dari hasil penjualan produk perlindungan tubuh, pembersih, dan kebersihan rumah tangga.

Diky Risbianto, Head of Communications and Government Relations HERO menjabarkan lonjakan penjualan terbesar dari produk kebutuhan rumah tangga dan kesehatan. Itu terjadi sejak pemerintah mengumumkan pasien suspect Covid-19 (corona) dan himbauan beraktivitas di dalam rumah.

Hanya Diky belum bisa merinci hasil penjualan maupun nilai peningkatannya.

Dengan tren kenaikan pendapatan pada kuartal awal ini, bukan tidak mungkin kinerja HERO tahun 2020 bisa lebih baik dibandingkan tahun 2019.

Sepanjang tahun 2019, HERO membukukan pendapatan bersih Rp 12,27 triliun, turun 5,4% dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp 12,97 triliun.

Potensi kenaikan penjualan masih akan terus terjadi hingga periode Ramadhan dan Lebaran mendatang.

"Fokus kami adalah terus memastikan ketersediaan barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia," ungkap Diky, Senin (23/3).

Manajemen HERO akan bekerjasama dengan beragam pemasok untuk memastikan pasokan produk stabil.

HERO juga akan memastikan tidak ada lonjakan harga di tengah kenaikan permintaan masyarakat.

Berdasarkan keterangan resmi, Kamis (5/3) lalu, Presiden Direktur HERO Patrik Lindvall mengatakan, penurunan pendapatan bersih akibat optimalisasi toko yang berdampak negatif pada bisnis makanan.

Meskipun begitu, penurunan tersebut sebagian diimbangi oleh pertumbuhan penjualan yang signifikan pada bisnis Guardian health and beauty dan IKEA home furnishing.

Sementara itu, dari segi bottom line, HERO membukukan laba bersih sebesar Rp 70,64 miliar.

Padahal, pada 2018 HERO masih mencatatkan rugi bersih Rp 1,25 triliun.

Menurut Patrik, hal ini disebabkan adanya biaya one-off terkait dengan langkah Hero Supermarket untuk mengatur ulang bisnisnya.

Tahun ini, HERO akan tetap fokus pada rencana transformasi multi-tahun untuk membentuk kembali portofolio bisnis, meningkatkan penawaran produk, serta memberikan respons yang lebih cepat terhadap permintaan pelanggan.

Pada bisnis makanan, perusahaan akan fokus pada produk segar, mengoptimalisasi pilihan produk, dan melakukan penataan ulang toko.

"Perilaku pelanggan yang terus berubah, kami harus beradaptasi," ujar Patrik.

HERO juga akan berinvestasi di bisnis perabot rumah tangga melalui pembukaan toko IKEA dalam format saat ini ataupun format baru.

Untuk Guardian, Hero Supermarket akan meningkatkan cakupan produk sehingga lebih baik dan relevan, serta menerapkan investasi cermat pada toko-tokonya.

Filter