Siloam Berencana Beli Kembali Sahamnya. (01/11/2019)

FAC News

Kondisi bisnis Energi Mega Persada (ENRG) tetap stabil di tengah berbagai tekanan

Administrator - 26/03/2020 15:43

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengaku kondisi perusahaan masih terbilang stabil di tengah tekanan perekonomian global akibat pandemi virus corona dan penurunan harga minyak mentah dunia. Beban keuangan perusahaan ini pun juga lebih baik ketimbang saat periode tahun 2015-2017 lalu.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (26/3), tercatat bahwa ENRG telah melunasi sebagian utangnya di periode 2018-2019. Hasil ini berdampak positif terhadap kinerja keuangan dan kondisi likuiditas perusahaan.

Ambil contoh, beban keuangan ENRG berkurang dari US$ 41,3 juta di akhir tahun 2018 menjadi US$ 18,3 juta di 30 September 2019 lalu. Rasio pinjaman terhadap modal juga membaik dari 0,47 kali pada akhir tahun 2018 menjadi 0,38 kali di pengujung September 2019.

Terlepas dari harga minyak dunia yang mengalami penurunan seiring penyebaran virus corona, sebagian besar dari jumlah cadangan dan produksi ENRG merupakan gas bumi yang telah memiliki kontrak jual-beli jangka panjang dari Blok Bentu, Riau, Sumatra dan Blok Kangean, Jawa Timur.

Sebagai gambaran, sampai 30 September 2019, 94% dari cadangan terbukti, terukur, dan terkira ENRG berasal dari gas bumi. “Pada periode yang sama, 91% dari produksi perusahaan berasal dari gas bumi,” tulis Direktur ENRG Syailendra S. Bakrie.

Tak ketinggalan, sebagai upaya mitigasi terhadap penyebaran virus corona di lingkungan kerja, manajemen ENRG telah melakukan berbagai kebijakan untuk menjaga kesehatan pekerja dan memastikan agar keberlangsungan kegiatan operasional perusahaan tidak terganggu.

Salah satu upaya ENRG adalah memberlakukan work from home (WFH) untuk para pekerja perusahaan. Pelaksanaan WFH ditunjang oleh infrastruktur teknologi informasi yang memudahkan manajemen dan pekerja untuk berkomunikasi dan berkoordinasi.

ENRG juga mendirikan Command Centre agar perusahaan ini dapat menjalankan crisis management atau business continuity managementCommand center ini memiliki infrastruktur yang lengkap di mana manajemen dan pekerja jika diperlukan dapat melakukan rapat, koordinasi, memonitor, dan mengontrol seluruh tindakan yang dibutuhkan.

Tindakan yang dimaksud meliputi tanggap darurat, action plan untuk perbaikan dan pemulihan, langkah pengadaan, dan langkah penyediaan informasi publik.

Filter