FAC News
LARANGAN ESKPOR BATUBARA BAKAL BERIKAN DAMPAK MATERIAL TERHADAP INDIKA (INDY)
IQPlus, (6/1) - PT Indika Energy Tbk. (INDY) mengaku bahwa larangan ekspor batubara akan dapat memberikan dampak material kepada Perseroan, terutama untuk anak-anak perusahaannya yang memiliki kegiatan usaha utama di bidang batubara. Namun demikian, dampak material tersebut akan sangat tergantung dari berapa lama larangan ekspor tersebut diberlakukan.
"Sampai saat ini kami masih melakukan penelaahan atas dampak larangan tersebut terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional, permasalahan hukum dan kelangsungan usaha Perseroan dan/atau Entitas Anak Perseroan,"tutur Adi Pramono, Sekretaris Perusahaan INDY, dalam keterbukaan informasi, Kamis (6/1).
Ia megungkapkan, larangan ekspor batubara ini memberikan dampak terhadap kegiatan operasional Entitas Anak Perusahaan yang bergerak di bidang batubara. Saat ini Perseroan masih melakukan penelaahan terhadap materialitas dan rincian dampak larangan ekspor batubara tersebut terhadap kegiatan operasional.
"Larangan ekspor ini dapat memberikan dampak terhadap hilangnya pendapatan dari penjualan batubara dan kerugian lainnya (seperti demurrage, pembatalan tongkang dan kapal serta pinalti). Saat ini Perseroan masih melakukan penelaahan terhadap materialitas dan rincian dampak larangan ekspor batubara tersebut terhadap kinerja keuangan Perseroan,"katanya.
Lebih lanjut Adi menjelaskan, saat ini Perseroan masih melakukan penelaahan terhadap materialitas dan rincian dampak larangan ekspor batubara tersebut akan perkara hukumnya. Kemungkinan, akan terdapat potensi wanprestasi atas kontrak dengan pelanggan, pemasok, dan/atau pihak terkait lainnya, tergantung dari berapa lama larangan ekspor batubara diberlakukan.
"Kami akan tetap patuh terhadap ketentuan larangan ekspor batubara tersebut untuk memenuhi pasokan dalam negeri (Domestic Market Obligation-DMO). Melakukan komunikasi secara intensif dengan pembeli luar negeri dan bernegosiasi untuk meminimalkan resiko dan dampak komersial akibat tertundanya pengiriman di bulan Januari. Menyesuaikan tingkat produksi jika proses pelarangan ekspor tetap berlangsung untuk menjaga level stok yang tidak melebihi kapasitas."ucapnya.