Beranda Berita EKSPLORASI DEWA HABISKAN BIAYA Rp14,5 MI...

EKSPLORASI DEWA HABISKAN BIAYA Rp14,5 MILIAR DI TRIWULAN III 2026

Aksi Korporasi DEWA Selasa, 13 Oktober 2026 2 menit baca 46 views
EKSPLORASI DEWA HABISKAN BIAYA Rp14,5 MILIAR DI TRIWULAN III 2026

IQPlus, (13/10) - PT. Darma Henwa Tbk. (DEWA) emiten Jasa Pertambangan subsektor minyak, Gas & Batu Bara menyampaikan kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh anak usahanya yaitu PT Gayo Mineral Resources (GMR) untuk periode 1 Juli hingga 30 September 2026.

Mukson Arif Rosyidi Direktur dan Corporate Secretary DEWA dalam keterangan tertulisnya (13/10) menuturkan bahwa Kegiatan Eksplorasi dilakukan di Upper Tengkareng (UT) dan Southeast Tengkareng (SET) dengan menghabiskan biaya sebesar Rp14.514.256.515.

Eksplorasi Melanjutkan persiapan program pengeboran Fase #2B di Prospek UT dan direncanakan Februari 2026-Juni 2027 tertunda sejak 8 Maret 2026 akibat force majeure terkait license/IUP. Drilling Project-to-Date yang ditampilkan pada kompilasi laporan Q2 mencatat 31.485,75 m dan Konteks mine planning: konsep Underground Block Cave digunakan sebagai konteks integrasi data drilling, ore-body definition, resource categories, dan kebutuhan data geoteknik / hidrologi. Model merujuk kebutuhan memahami pencampuran ore di atas extraction level serta batas kontak limestone / waste

Support lokasi dan akses lahan :

Pekerjaan cut/fill dan perataan di Lahan Selatan telah selesai 100%, dengan didukung survei untuk kontrol elevasi dan pemantauan progres. Pemetaan kepemilikan lahan di South East Tengkereng sudah dimulai menggunakan citra drone, namun dua rencana titik bor (9 dan 10) belum dapat diamankan. Akses lahan penting untuk pemboran berikutnya.

Pada Triwulan III 2026, tidak terdapat pengeboran baru (0 m) karena kegiatan masih ditunda sejak 8 Maret 2026 terkait perizinan. Total pengeboran Project to Date mengacu pada posisi akhir Triwulan II sebesar 31.485,75 m dan tidak berubah selama Triwulan III

Mukson menambahkan eksplorasi selanjutnya Melakukan percepatan perpanjangan IUP Eksplorasi dan peningkatan izin menjadi IUP Operasi Produksi, serta dan mempertahankan kesiapan operasional agar pengeboran dapat segera dimulai kembali setelah izin diterima. 

Butuh Bantuan?