EmitenNews.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) mengemas laba bersih Rp4,16 triliun di semester I 2026. Meningkat 11 persen YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,74 triliun.
Direktur Utama BSI (BRIS), Anggoro Eko Cahyo mengatakan pertumbuhan laba ditopang ekspansi bisnis, baik dari sisi kontribusi bisnis emas hingga penghimpunan dana. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 22 persen menjadi Rp393 triliun, didorong peningkatan dana murah (CASA) menjadi Rp238 triliun. Pertumbuhan CASA berasal dari tabungan yang mencapai Rp173 triliun dan giro sebesar Rp65,5 triliun.
“Komposisi pendanaan yang efisien berhasil menurunkan Cost of Fund (CoF) menjadi 2,19 persen, memberikan ruang lebih besar bagi perseroan untuk menjaga profitabilitas,” ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (24/8).
Di sisi intermediasi, pembiayaan BSI tumbuh merata di seluruh segmen bisnis. Pembiayaan wholesale mencapai Rp95 triliun, pembiayaan ritel dan UMKM sebesar Rp55,83 triliun, sedangkan pembiayaan konsumer meningkat menjadi Rp189,25 triliun. Pertumbuhan tersebut tetap diiringi dengan kualitas aset yang terjaga, tercermin dari NPF Gross sebesar 1,80 persen dan NPF Net sebesar 0,33 persen.
Sementara dari sisi diversifikasi sumber pendapatan, Fee Based Income meningkat 38,15 persen menjadi Rp4,1 triliun, didorong makin melesatnya ekonsistem bisnis BSI termasuk bisnis emas serta transaksi digital. Secara keseluruhan, total aset BSI mencapai Rp464,5 triliun, tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jumlah Nasabah Tumbuh
Hingga Juni 2026, jumlah BSI mencapai 24,3 juta, menjadi yang tertinggi sejak BSI berdiri. Peningkatan itu tercermin sejak Januari 2026 dengan jumlah nasabah bertumbuh di atas 200 ribu per bulan.
Menurut Anggoro, pertumbuhan nasabah itu juga didukung oleh kombinasi dual licence BSI sebagai bank syariah dan bank emas (bulion) yang dapat diakes melalui layanan digital, yakni BYOND by BSI.
Melalui aplikasi tersebut, BSI mencatat terdapat interaksi sebanyak 1 miliar akses login sepanjang tahun 2026.
Hingga Juni 2026, Perseroan melayani 7,69 juta nasabah haji, 1,22 juta nasabah emas, 594,6 ribu nasabah cicil emas, 209,7 ribu nasabah gadai emas, serta lebih dari 585 ribu merchant QRIS.
“Ekosistem yang terus berkembang ini semakin memperkuat posisi BSI sebagai pemimpin bank syariah nasional dengan layanan yang lengkap, modern, dan relevan bagi seluruh segmen masyarakat,” pungkas Anggoro.
Kinerja Saham
Pada perdagangan intraday Senin (24/8), saham BRIS terkoreksi 0,55 persen turun -15 poin ke 1.790 di menit ke 15 pembukaan. Adapun selama sepekan terakhir, BRIS menguat 0,28 persen atau +5 poin, dan tiga bulan terakhir, BRIS tercatat naik 0,85 persen atau +15 poin.
Kendati demikian, secara year to date, BRIS terpantau koreksi 19,51 persen atau -435 poin.


