Beranda Berita BEI SIAP TERAPKAN MINIMUM HARGA SAHAM Rp...

BEI SIAP TERAPKAN MINIMUM HARGA SAHAM Rp1 DI AKHIR SEPTEMBER

Regulasi BEI Rabu, 16 September 2026 2 menit baca 21 views
BEI SIAP TERAPKAN MINIMUM HARGA SAHAM Rp1 DI AKHIR SEPTEMBER

IQPlus, (16/9) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap untuk mengimplementasikan batas minimum harga saham yang penyimpanan di pasar reguler dan pasar tunai dari saat ini senilai Rp50 per saham menjadi Rp1 per saham pada akhir September 2026.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi mengungkapkan saat ini masih melakukan pengujian karena kembali terdapat beberapa Anggota Bursa (AB) yang belum siap.

“Kami masih menunggu beberapa AB yang siap, karena ada beberapa AB yang belum siap implementasinya, dan perlu dilakukan pengujian lagi. Harapannya di akhir bulan ini (September) bisa implementasi,” ujar Iding diwawancarai seusai acara Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2026 di Jakarta, Rabu.

Dari hasil uji coba eksekusi minimum harga saham Rp1 per saham, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan sebanyak 83 AB telah menyatakan kesiapannya, sedangkan 8 AB menyatakan belum siap.

Pada awalnya, BEI menargetkan implementasi harga minimum saham dari senilai Rp50 per saham menjadi Rp1 per saham di pasar reguler dan pasar tunai pada 7 September 2026.

"Dari dua kali mock trading itu, hasil sementara adalah 83 Anggota Bursa sudah siap, tetapi 8 Anggota Bursa itu belum siap," ujar Jeffrey.

Jeffrey memastikan akan terus menjalin komunikasi dan melakukan pendampingan dengan para anggota bursa yang menyatakan belum siap terhadap penyesuaian batas minimum harga saham tersebut.

“Saat ini kita intens berkomunikasi dengan anggota bursa yang belum siap, dengan pendampingan yang akan kita berikan. Kemudian target untuk live kita jadikan menjadi di minggu ketiga atau minggu keempat bulan September (2026). Karena kita akan menunggu kesiapan dari seluruh anggota bursa,” ujar Jeffrey.

Meski terdapat penerapan penyesuaian batas minimum harga saham tersebut, Jeffrey meyakini tidak akan memberikan dampak terhadap aliran dana asing, namun justru akan menciptakan likuiditas dan penemuan harga yang lebih baik. 

Butuh Bantuan?