IQPlus, (4/11) - PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) yang merupakan bagian dari Salim Group resmi merampungkan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Berdasarkan keterbukaan informasi, aksi korporasi ini berhasil menghimpun total dana segar sebesar Rp50.000.001.100.
Dalam pelaksanaan PMTHMETD ini, perseroan menerbitkan sebanyak 13.812.155 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Adapun harga pelaksanaan ditetapkan pada level Rp3.620 per saham. Seluruh saham baru tersebut diambil bagian oleh PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi.
Pencatatan dan penerbitan saham baru ini telah resmi dilakukan pada 3 November 2026, menyusul perolehan persetujuan pencatatan efek dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor S-13464/BEI.PP1/10-2026 tertanggal 28 Oktober 2026.
Aksi korporasi ini sebelumnya telah mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPS Independen) yang digelar pada 5 Juni 2026. Pelaksanaan ini juga merujuk pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) serta regulasi pencatatan saham di BEI.
Penguatan Struktur Permodalan
Manajemen Bank Ina menyatakan bahwa dana yang diperoleh dari hasil PMTHMETD ini akan digunakan sepenuhnya untuk memperkuat struktur permodalan perseroan, termasuk guna mendukung pemenuhan modal inti bank.
Dampak dari aksi korporasi ini, struktur modal ditempatkan dan disetor perseroan mengalami peningkatan. Sebelum PMTHMETD, jumlah modal ditempatkan dan disetor tercatat sebanyak 6.134.716.665 saham. Dengan diterbitkannya 13,8 juta saham baru tersebut, total modal ditempatkan dan disetor perseroan kini bertambah menjadi 6.148.528.820 saham.


