IQPlus, (28/10) - PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mencatat pendapatan neto sebesar Rp1,44 triliun hingga 30 September 2026, meningkat 19,04% dibandingkan Rp1,21 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp1,12 triliun dari Rp1,00 triliun. Dengan demikian, laba bruto perseroan naik menjadi Rp318,21 miliar dari Rp213,05 miliar.
Beban penjualan dan pemasaran tercatat sebesar Rp39,57 miliar, meningkat dari Rp34,65 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp30,01 miliar dari Rp23,50 miliar.
Pendapatan operasi lain tercatat Rp743,96 juta, turun dari Rp4,64 miliar. Adapun beban operasi lain meningkat menjadi Rp36,81 miliar dari Rp13,08 miliar.
Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp212,57 miliar, meningkat dibandingkan Rp146,46 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan keuangan tercatat Rp120,25 juta, sedangkan biaya keuangan meningkat menjadi Rp35,69 miliar dari Rp12,72 miliar. Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan mencapai Rp177,00 miliar, naik dari Rp134,45 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp163,16 miliar dari Rp120,55 miliar dan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp136,77 miliar dari Rp103,58 miliar.
Dari sisi posisi keuangan, total liabilitas perseroan per 30 September 2026 tercatat Rp1,39 triliun, meningkat dibandingkan Rp696,68 miliar pada 31 Desember 2025.
Sementara itu, total aset mencapai Rp2,32 triliun per 30 September 2026, naik dari Rp1,23 triliun pada akhir 2025.


