Beranda Berita ASII RAIH PENDAPATAN Rp243,86 TRILIUN

ASII RAIH PENDAPATAN Rp243,86 TRILIUN

Berita Pasar ASII Kamis, 29 Oktober 2026 2 menit baca 18 views
ASII RAIH PENDAPATAN Rp243,86 TRILIUN

IQPlus, (29/10) - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan pendapatan bersih Rp243,86 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, nyaris tidak berubah dari Rp243,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laporan keuangan konsolidasian menyebutkan Beban pokok pendapatan naik tipis menjadi Rp191,86 triliun dari Rp191,36 triliun, sehingga laba bruto turun 0,5 persen menjadi Rp52,01 triliun. Marjin laba bruto bertahan di kisaran 21,3 persen. Tekanan yang lebih besar datang dari beban operasional. Beban penjualan naik 22,5 persen menjadi Rp10,41 triliun, dan beban umum dan administrasi naik 10,3 persen menjadi Rp16,94 triliun.

Pos lain-lain juga berbalik arah, dari penghasilan bersih Rp1,84 triliun tahun lalu menjadi beban bersih Rp2,43 triliun. Penghasilan bunga turun menjadi Rp2,56 triliun dari Rp2,77 triliun, sedangkan biaya keuangan relatif stabil di Rp2,85 triliun. Satu pos yang membaik adalah bagian atas hasil bersih ventura bersama dan entitas asosiasi, yang naik 20,1 persen menjadi Rp8,13 triliun dari Rp6,77 triliun.

Laba sebelum pajak turun 18,5 persen menjadi Rp30,01 triliun, sementara beban pajak penghasilan menyusut menjadi Rp5,94 triliun dari Rp6,71 triliun.

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 11,7 persen menjadi Rp21,60 triliun dari Rp24,47 triliun. Porsi kepentingan nonpengendali anjlok 56,2 persen menjadi Rp2,47 triliun dari Rp5,64 triliun. Laba per saham dasar dan dilusian tercatat Rp541, turun dari Rp605. Setelah memasukkan penghasilan komprehensif lain sebesar Rp3,76 triliun, total penghasilan komprehensif periode berjalan mencapai Rp27,83 triliun, dibanding Rp30,78 triliun tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset per 30 September 2026 mencapai Rp525,72 triliun, naik 3,6 persen dari Rp507,37 triliun pada akhir 2025. Aset lancar naik 2 persen menjadi Rp192,28 triliun, dengan kas dan setara kas relatif tak berubah di Rp52,69 triliun. Piutang pembiayaan lancar naik menjadi Rp53,85 triliun dari Rp50,95 triliun. Aset tidak lancar bertambah 4,6 persen menjadi Rp333,43 triliun, didorong piutang pembiayaan tidak lancar Rp47,44 triliun dan aset lain-lain tidak lancar yang melonjak menjadi Rp23,84 triliun dari Rp14,22 triliun. Investasi pada ventura bersama dan entitas asosiasi naik menjadi Rp74,28 triliun, sedangkan aset tetap sedikit turun menjadi Rp83,15 triliun dari Rp83,77 triliun.

Total liabilitas naik 5,2 persen menjadi Rp227,83 triliun dari Rp216,55 triliun, sementara total ekuitas naik 2,4 persen menjadi Rp297,89 triliun. 

Butuh Bantuan?