Indofood Dirikan 3 AnakUsaha Baru Di Bidang Pelayaran

FAC News

Sawit Sumbermas Optimis Catat Kinerja Baik Seiring Tren Kenaikan Harga CPO

Administrator - 25/11/2020 13:48

IQPlus, (25/11) - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menyampaikan bahwa pihaknya optimis akan mencatat kinerja yang lebih baik hingga akhir tahun 2020. Lebih baiknya kinerja perusahan dibanding tahun lalu akan didorong dengan tren kenaikan harga CPO.

Direktur Keuangan SSMS, Hartono Jap, mengungkapkan, perusahaan akan terus meningkatkan produksi dan penjualan seiring dengan kenaikan harga CPO. Dengan demikian, hal tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja perseron kedepannya.

Direktur Keuangan SSMS, Hartono Jap, mengungkapkan, perusahaan akan terus meningkatkan produksi dan penjualan seiring dengan kenaikan harga CPO. Dengan demikian, hal tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja perseron kedepannya.

"Kami memproyeksikan kinerja produksi pada sampai akhir tahun akan lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, dan masih mencatatkan pertumbuhan," tutur Hartono, dalam siaran pers, Rabu (25/11/2020).

Sementara itu, Analisis Danareksa Sekuritas, Andreas Kenny menilai, SSMS dapat menurunkan struktur biaya, minyak berkualitas tinggi dan metrik perkebunan terbaik di kelasnya.

Rata-rata usia (tanaman sawit) muda, 11 tahun pada tahun 2020, yang mendukung produksi TBS inti untuk tumbuh sebesar 3,7 persen CAGR pada tahun 2020 hingga 2022.

"Kami memperkirakan laba inti meningkat 13,0 persen CAGR tahun 2020 hingga 2022. Kami memulai cakupan dengan target harga Rp1.200/saham dengan memanfaatkan kelipatan EV/ha rata-rata -0.5STD sebesar USD16.1rb yang diterapkan pada 73k ha area inti yang ditanami pada tahun 2021,. papar dia.

Ia menambahkan, semua aset SSMS mulai dari perkebunan hingga dermaga terletak dalam jarak 60 km dan berada di bidang yang relatif datar, dengan kondisi ideal untuk perkebunan.

"Kami mengasumsikan harga MYR2.550 flat untuk 2020-23F. Kami memperkirakan angka penjualan akan tumbuh dari Rp4,3 triliun pada tahun 2020 dan Rp4,7 triliun pada tahun 2022," urai dia.

Filter