TOREHKAN KINERJA BAGUS, ERICK THOHIR TERUS DORONG BNI GO INTERNASIONAL

FAC News

LAYANI HILIRISASI INDUSTRI, PENJUALAN AGII DI KUARTAL III-2022 TUMBUH 8,95%

Administrator - 01/12/2022 14:46

IQPlus, (1/12) - PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) telah mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2022 (9M2022) dan 2021 (9M2021).

Per periode 9M2022, Total penjualan mencapai Rp 1,90 triliun, Laba Bruto mencapai Rp 852,40 miliar, dan Laba Tahun Berjalan tercetak positif di level Rp 75,81 miliar. Total Penjualan selama 9M2022 menurun 8,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun Penjualan Q3-2022 meningkat 8,9% dibandingkan Penjualan Q2-2022.

Direktur Utama AGII, Rachmat Harsono, dalam siaran pers (30/11) mengatakan "Kuartal ketiga tahun 2022 adalah masa transisi bagi Perusahaan. Hilirisasi industri telah mendorong pertumbuhan permintaan pada Q3-2022, dengan Sektor Manufaktur, Barang Konsumen, dan Infrastruktur mengalami pertumbuhan tertinggi di antara semua sektor pada kuartal ini.

Pertumbuhan dari pelanggan non-medis telah menghasilkan pertumbuhan pendapatan Q-o-Q yang positif sebesar 8,9% pada Q3-2022, mengurangi dampak normalisasi permintaan tinggi dari sektor medis yang dialami pada tahun 2021. Selain itu, total penjualan selama 9M2022 tumbuh 17,6% dibandingkan dengan 9M2019, yang menunjukkan pertumbuhan kinerja pra VS pasca-Covid yang positif, serta CAGR 3 (tiga) tahun yang secara keseluruhan lebih tinggi dari PDB".

"Perseroan akan tetap fokus dalam menjaga service maupun operational excellence untuk pelanggan industri kami yang sedang mengembangkan bisnisnya. Sebagaimana telah kami laporkan, kami baru saja menandatangani kontrak dengan KCC Glass, perusahaan terkemuka asal Korea Selatan yang tengah membangun fasilitas yang diproyeksikan akan menjadi pabrik kaca terbesar se-Asia Tenggara. KCC Glass menjadi pelanggan pertama pabrik baru kami, yang dijadwalkan akan dibangun dalam 18-24 bulan ke depan di Kawasan Industri Terpadu Batang.

Selain itu, kami juga menjajaki berbagai aplikasi inovatif untuk Karbon Dioksida, termasuk melalui Enhanced Oil Recovery, Pengolahan Air Limbah, serta peluang Carbon Capture. AGII adalah perusahaan yang adaptif dan tangguh, dimana melalui jaringan kami yang mencakup 28 provinsi, serta basis pelanggan kami yang terdiversifikasi, AGII telah secara konsisten mampu menjaga kinerja dalam kondisi makroekonomi yang berbeda-beda," tambahnya.

Lebih lanjut, langkah konkret Perusahaan dalam menjaga keunggulan kinerja ditunjukan melalui beberapa perkembangan terkini, seperti ditandatanganinya Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri dengan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (PT KITB), peresmian operasi pabrik gas untuk PT Timah Tbk di Bangka Belitung, hingga penandatanganan Nota Kesepahaman Net Zero Hub dengan KADIN Indonesia.

Di samping itu, AGII tetap menunjukan perkembangan kualitas Perusahaan melalui kenaikan peringkat menjadi A(idn) dari Fitch Ratings, hingga tercatatnya AGII dalam indeks saham IDX ESG Leader 2022 dan pemeringkatan oleh Sustainalytics ESG Risk Rating

Selama periode Januari - September tahun 2022, Perusahaan melihat tren di mana sebagian besar pertumbuhan didorong oleh sektor-sektor pelanggan non-medis seperti sektor Barang Konsumsi, Infrastruktur, Ritel, dan Manufaktur Lainnya.

Hal ini sejalan dengan strategi Perusahaan yang menargetkan high growth sectors pada masa-masa pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi. Karakter bisnis Perusahaan yang mengelola basis pelanggan yang terdiversifikasi membuat Perusahaan mampu menjaga kinerja yang baik dalam kondisi perekonomian yang berbeda-beda. Meski Perusahaan mengalami perlambatan selama 9M2022 oleh karena diantaranya normalisasi permintaan gas medis pada Q2 & Q3 tahun 2022, serta business seasonality pada Q2-2022, Perusahaan terus menjaga operational excellence sehingga margin EBITDA dipertahankan positif di level 32,1% per 9M2022, dan Margin Laba Tahun Berjalan juga positif di level 4,0% per 9M2022.

Adapun penurunan margin EBITDA maupun Laba Tahun Berjalan salah satunya dikarenakan perubahan product mix pasca pandemi. Kendati demikian, Perusahaan mengamati bahwa new normal atau post-pandemic demand secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pre-pandemic demand. Menimbang hal tersebut, Perusahaan optimis dapat mencapai pertumbuhan laba yang baik melalui pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan, keunggulan operasional, serta strategi finansial maupun bisnis lainnya. 

Filter