FAC News
IPCM Siapkan Capex Rp74M, Sebut Potensi Strategis Selat Malaka
EmitenNews.com - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp74 miliar untuk pengadaan armada baru di tahun 2026.
Emiten yang merupakan bagian dari subholding Pelindo Jasa Maritim dan Pelindo Group yang bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal, menyampaikan hal tersebut dalam Paparan Publik Tahunan melalui acara Public Expose Live 2026, Selasa (9/6/2026).
Direktur Armada dan Operasi IPCM, Arief Hermawan menerangkan bahwa rencana penambahan aramada menjadi salah satu fokus perseroan dalam mendukung operasional dan ekspansi bisnis.
Ia menilai, bertambahnya armada diperlukan seiring komitmen perseroan yang membidik target pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.
“Pada tahun 2026 ini, IPCM mengalokasikan capex sebesar Rp74 miliar, dari kebutuhan dana sebesar Rp148,8 miliar. Ini multiyears untuk pembangunan kapal tunda baru dengan estimasi penyelesaian selama 28 bulan,” ujarnya dalam public expose secara daring.
Selain menambah armada, langkah ekspansi bisnis maritim IPCM juga didukung sejumlah katalis strategis, seperti kehadiran Selat Malaka sebagai salah satu jalur perdagangan laut terpadat di dunia.
Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita mengatakan, Selat Malaka memegang peranan krusial karena menjadi pelintasan bagi 22 persen perdagangan dunia. Apalagi, potensi pasar di wilayah yurisdiksi Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia tersebut, terus menunjukkan tren pertumbuhan masih dari tahun ke tahun.
Shanti mencatat, pada tahun 2025 volume lalu lintas kapal yang melintasi Selat Malaka mencapai 102.500 kapal atau naik signifikan dari tahun 2024 sebesar 94.300 kapal.
“Kita tahu bahwa Indonesia memiliki Selat Malaka, kalau boleh dibilang merupakan ‘harta karun’. Kurang lebih di tahun 2025, kami mencatat ada sekitar 102.500 kapal yang hilir mudik melewati jalur ini, karena selat ini menghubungkan lebih dari 300 rute internasional,” tutur Shanti.
Hingga kuartal pertama tahun ini, IPCM telah mengoperasikan total 103 armada yang terdiri dari 68 kapal tunda (tugboats), 31 kapal pandu (pilot boats), dan 4 kapal kepil (mooring boats). Kesiapan operasional ini didukung penuh oleh 579 kru kapal dan personel pandu profesional.
Di tengah tantangan dinamika global, IPCM berhasil mencatatkan kinerja yang tetap solid. Secara tahunan, IPCM berhasil membukukan pertumbuhan yang positif dengan peningkatan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih.
Pada periode Q1 2026, IPCM juga mencatat pertumbuhan EBITDA dan laba bersih masing-masing sebesar 1,12% dan 3,03% YoY. Kinerja ini didukung oleh adanya peningkatan arus pertumbuhan petikemas sebesar 2% YoY atau senilai 4,76 Juta TEUs dan pertumbuhan arus penumpang sebesar 13% YoY atau senilai 5,6 Juta orang yang dikelola Pelindo Group.
Dari sisi operasional, IPCM menunjukkan komitmennya untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan melalui penerapan pola operasional yang efektif serta memaksimalkan penggunaan energi lain selain BBM untuk menunjang pelayanan sarana dan prasarana pemanduan dan penundaan kapal diantaranya meliputi penggunaan Shore Connection, Harbour Generator, Solar Panel dan Inverter Technology/Hybrid yang di rencanakan akan terus ditingkatkan penggunaannya.