FAC News
WIFI RAIH PERTUMBUHAN PENDAPATAN 238% DAN LABA BERSIH MELONJAK
IQPlus, (04/5) - Emiten teknologi dan infrastruktur digital, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, mencatatkan performa keuangan yang impresif pada kuartal pertama tahun 2026 (1Q 2026). Perseroan berhasil membukukan lonjakan pendapatan yang signifikan didorong oleh ekspansi lini bisnis layanan internet dan perdagangan.
Berdasarkan data laporan keuangan perseroan, WIFI mencatatkan pendapatan sebesar Rp783,56 miliar pada 1Q 2026. Angka ini melonjak tajam sebesar 238,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (1Q 2025) yang sebesar Rp231,56 miliar.
Analisis Komposisi Pendapatan: FTTH Menjadi Tulang Punggung Baru Pertumbuhan eksplosif ini didorong oleh perubahan struktur pendapatan yang lebih terdiversifikasi. Jika pada tahun 2025 pendapatan didominasi oleh segmen Bandwidth dan Periklanan, pada 1Q 2026 kontribusi terbesar datang dari segmen Fiber to the Home (FTTH) yang menyumbang Rp435,70 miliar atau setara 55,6% dari total pendapatan.
Segmen lain yang mencatatkan pertumbuhan signifikan adalah Bandwidth sebesar Rp141,21 miliar (naik 27,26% YoY) dan segmen Perdagangan Besar yang baru berkontribusi sebesar Rp124,76 miliar. Sementara itu, segmen periklanan tercatat mengalami koreksi menjadi Rp68,75 miliar dibandingkan Rp99,39 miliar pada 1Q 2025.
Pertumbuhan Laba yang Kuat Selaras dengan kenaikan pendapatan, Laba Bruto perseroan terkerek naik 152,04% menjadi Rp439,24 miliar. Laba Usaha juga menunjukkan performa tangguh dengan kenaikan 158,85% menjadi Rp356,12 miliar dibandingkan Rp137,57 miliar pada periode tahun lalu.
Dari sisi bottom line, WIFI mencatatkan Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk (Laba Bersih) sebesar Rp164,50 miliar. Angka ini tumbuh 99,21% secara year-on-year (YoY) dari Rp82,57 miliar pada 1Q 2025.
Perlu dicatat bahwa pada 1Q 2026, perseroan mulai membukukan beban amortisasi biaya lisensi FWA (Fixed Wireless Access) sebesar Rp111 miliar yang masuk ke dalam beban pokok pendapatan. Tanpa adanya beban amortisasi non-kas tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada induk sejatinya bisa mencapai Rp275,50 miliar.
Kualitas Aset dan Posisi Kas Hingga akhir Maret 2026, perseroan menunjukkan struktur permodalan yang dinamis seiring dengan ekspansi infrastruktur yang dilakukan. Pertumbuhan laba yang signifikan secara langsung memperkuat posisi ekuitas perseroan melalui akumulasi saldo laba.
Meskipun terdapat beban operasional dan amortisasi yang besar, kemampuan perseroan dalam menghasilkan laba operasional (EBIT) yang tumbuh lebih dari 150% menunjukkan efisiensi yang terjaga di tengah ekspansi masif pada jaringan FTTH dan perdagangan besar.
Dengan performa ini, WIFI diproyeksikan akan terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia, didukung oleh penetrasi jaringan internet yang semakin meluas ke segmen rumah tangga.