FAC News
MATAHARI PUTRA PRIMA (MPPA) SUNTIK MODAL RP46,65 MILIAR KE ANAK USAHA
IQPlus, (22/1) - Emiten peritel modern, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melakukan penambahan penyertaan modal kepada anak perusahaannya, PT Super Ekonomi Retailindo (SER). Transaksi senilai Rp46,65 miliar tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan anak usaha guna mendukung strategi ekspansi dan operasional gerai.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Kamis (22/1/2026), MPPA menambah kepemilikan sebanyak 46.650 saham dalam SER. Transaksi ini dilakukan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 04 tertanggal 8 Januari 2026.
Alasan Strategis dan Dampak Keuangan Manajemen MPPA menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperluas cakupan segmen pasar dan mendekatkan gerai dengan target konsumen. Hal ini merespons perubahan perilaku konsumen yang kini lebih memilih belanja kebutuhan sehari-hari dengan frekuensi tinggi namun dalam durasi singkat dan nilai transaksi yang lebih kecil.
"Dana hasil penambahan modal ini akan digunakan untuk penguatan modal kerja awal pengoperasian gerai, pengelolaan persediaan barang dagangan, serta penguatan infrastruktur operasional," tulis manajemen dalam keterangan resminya.
Secara finansial, nilai transaksi ini mencapai lebih dari 20% namun di bawah 50% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2024, sehingga dikategorikan sebagai transaksi material. Meski merupakan transaksi afiliasi, perseroan tidak diwajibkan menggunakan penilai independen atau memperoleh persetujuan RUPS karena SER adalah perusahaan terkendali dengan kepemilikan saham MPPA mencapai 99,98%.
Struktur Permodalan Baru Pasca-transaksi, modal ditempatkan dan disetor penuh dalam SER meningkat signifikan dari semula Rp5 miliar menjadi Rp51,65 miliar. Dari jumlah tersebut, MPPA menguasai Rp51,64 miliar, sementara sisanya dimiliki oleh PT Matahari Super Ekonomi.
Perseroan menegaskan bahwa seluruh dana untuk transaksi ini bersumber dari kas internal dengan tetap mempertimbangkan kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Transaksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan dan memperkuat daya saing perseroan di industri ritel nasional.