FAC News
MAPI CATAT PERTUMBUHAN PENDAPATAN SEBESAR 13,9% DI TAHUN 2025
IQPlus, (31/3) - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP), peritel gaya hidup terkemuka di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal ke-4 dan tahun 2025.
Dalam siaran pers MAPI (30/3) disebutkan MAP mencatat pertumbuhan pendapatan bersih tahunan sebesar 13,9% menjadi Rp43,1 triliun. Laba kotor mencapai Rp18,0 triliun, sementara laba usaha meningkat 15,6% ke Rp4,0 triliun, dan EBITDA tercatat sebesar Rp7,3 triliun. Pada bottom-line, laba bersih Perusahaan meningkat 26,6% menjadi Rp2,7 triliun.
Untuk kuartal ke-4, MAP membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 27,7% menjadi Rp13,0 triliun. Laba kotor mencapai Rp5,3 triliun, sementara laba usaha meningkat 41,7% ke Rp1,5 triliun, dan EBITDA tercatat sebesar Rp2,4 triliun. Laba bersih Perusahaan pada kuartal ini meningkat 92,2% menjadi Rp1,0 triliun.
"MAP menutup tahun 2025 dengan hasil kinerja yang positif, didukung oleh eksekusi yang disiplin sehingga menghasilkan pertumbuhan stabil di seluruh lini bisnis. Secara bersamaan, permintaan pelanggan tetap kuat sepanjang tahun dan semakin meningkat di kuartal ke-4 setelah peluncuran iPhone 17 pada pertengahan Oktober. Momentum tersebut berlanjut hingga periode libur akhir tahun yang turut memperkuat pencapaian Perusahaan, meskipun di tengah tantangan makroekonomi yang masih berlangsung," ujar Ratih D. Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group.
Sejalan dengan pencapaian tersebut, MAP juga terus memperkuat operasional melalui berbagai inisiatif, termasuk mengoptimalkan inventory managementserta back-end process untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Sepanjang tahun, MAP juga memperluas portofolio brand dengan menghadirkan sejumlah brand global ternama, termasuk Gianvito Rossi, Abercrombie & Fitch, Omorovicza, dan Atelier Rebul.
"Berlandaskan kinerja di tahun 2025, kami fokus mengoptimalkan sinergi di seluruh segmen dengan memperkuat hubungan antara brand dan pelanggan, serta melakukan ekspansi yang terukur untuk mendukung pertumbuhan. Pada saat yang sama, kami tetap berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional sebagai fondasi bisnis yang lebih resilient dan siap menghadapi masa depan di tengah ketidakpastian makroekonomi,", tutup Ratih.