FAC News
GELAR RIGHTS ISSUE, HARAPAN DUTA PERTIWI (HOPE) INCAR DANA RP266 MILIAR
IQPlus, (22/4) - Emiten industri karoseri kendaraan bermotor, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (IDX:HOPE), mengumumkan rencana penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Perusahaan berkode saham HOPE ini berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.130.360.203 saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham. Dengan harga pelaksanaan yang ditetapkan sebesar Rp125 per saham, Perseroan berpotensi meraup dana segar mencapai Rp266,29 miliar.
Adapun rasio dalam aksi korporasi ini adalah setiap 1 saham lama memperoleh 1 HMETD untuk menjadi 1 saham baru yang dapat dilaksanakan pada masa pelaksanaan. Artinya, Perseroan memberikan kesempatan bagi pemegang satu saham lama untuk mendapatkan satu HMETD, yang nantinya dapat dikonversi menjadi saham baru pada masa pelaksanaan.
Fokus Ekspansi dan Akuisisi
Dalam keterbukaan informasinya, manajemen HOPE mengungkapkan bahwa mayoritas dana hasil rights issue, yakni sekitar 97,78%, akan digunakan untuk meningkatkan kepemilikan saham di PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS). Perseroan menargetkan peningkatan porsi kepemilikan dari semula 21,57% menjadi 99,00% melalui transaksi pembelian saham dari pemegang saham lama TMMS.
Langkah akuisisi ini dinilai strategis mengingat TMMS bergerak di bidang kontraktor tambang, perdagangan komoditas, hingga penyewaan alat berat. "Dikemudian hari akan tercipta hubungan yang saling menguntungkan di mana unit kendaraan milik TMMS akan dikaroseri atau dirakit oleh Perseroan," tulis manajemen dalam dokumen tersebut. Sisa dana sekitar 2,22% direncanakan untuk modal kerja Perseroan, khususnya dalam pengadaan bahan baku.
Jadwal dan Dampak bagi Pemegang Saham
Untuk merealisasikan rencana ini, HOPE dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 24 April 2026, guna meminta persetujuan para pemegang saham.Perseroan juga memperingatkan bahwa pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya dalam PMHMETD ini akan mengalami penurunan persentase kepemilikan atau dilusi hingga maksimal 50%.
Dalam skenario di mana hanya PT Harapan Group Sukses (HGS) dan PT Meranti Samudra Perkasa (MSP) yang melaksanakan haknya, kedua entitas tersebut akan bertindak sebagai pembeli siaga yang siap menyerap sisa saham yang tidak diambil oleh masyarakat.Langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan serta memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan dan operasional HDP secara jangka Panjang.