FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

FOKUS EKSPANSI, RUPS VKTR PUTUSKAN TAK BAGIKAN DIVIDEN DAN GELAR RIGHTS ISSUE

Administrator - 22/05/2026 10:39

IQPlus, (22/5) - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) resmi memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Keputusan strategi ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 19 Mei 2026 lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, agenda mengenai persetujuan penggunaan laba bersih perseroan telah memperoleh lampu hijau penuh dari para pemegang saham yang hadir. Kuorum kehadiran dalam rapat tersebut mencapai 76,37% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah, atau setara dengan 33.412.486.344 lembar saham.

Dari seluruh hak suara yang menggunakan haknya, sebanyak 100% pemegang saham menyatakan setuju untuk menerima dan menyetujui langkah perseroan yang tidak hadir menebar dividen tahun ini. “Menerima dan menyetujui tindakan Perseroan untuk tidak membagikan dividen untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025,” demikian bunyi keputusan RUPS perseroan yang ditandatangani oleh Chief of Corporate Affairs VKTR, Indah Permatasari Saugi.

Selain menetapkan kebijakan mengecualikan laba bersih, rangkaian RUPS emiten transportasi listrik Grup Bakrie ini juga menyepakati sejumlah langkah strategi lainnya. Di antaranya adalah perombakan besar di jajaran kepengurusan, di mana Anindra Ardiansyah Bakrie (Ardi Bakrie) resmi diangkat menjadi Direktur Utama menggantikan Gilarsi Wahju Setijono yang mengundurkan diri.

Di jajaran dewan komisaris, perseroan juga mengangkat Sharif Cicip Sutardjo sebagai Komisaris Utama. Tidak hanya itu, dalam RUPS Luar Biasa (RUPSLB), perseroan juga mengantongi restu untuk melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau right issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 25 miliar saham baru. Sejalan dengan rencana tersebut, modal dasar perseroan pun ditingkatkan dari semula Rp800 miliar menjadi Rp1,75 triliun. 

Filter