FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

DIVIDEN PBSA SIAP TEBAR RP179 MILIAR, PAYOUT RATIO TEMBUS 55,95 PERSEN

Administrator - 02/07/2026 15:54

IQPlus, (2/7) - PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mengumumkan rencana pembagian dividen tunai kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp179.093.178.000 (Rp179,09 miliar). Keputusan ini telah mengantongi restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Selasa, 30 Juni 2026.

Berdasarkan ringkasan risalah rapat yang dirilis perseroan pada Kamis (2/7/2026), nilai dividen yang akan ditebar setara dengan Rp60 per lembar saham. Manajemen PBSA menetapkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 55,95% dari total laba tahun berjalan perseroan untuk Tahun Buku 2025.

Direktur Utama PBSA, Vincentius Susanto, mengungkapkan bahwa agenda persetujuan penggunaan laba bersih ini berjalan kuorum dan disetujui secara mutlak oleh pemegang saham yang hadir. RUPST sendiri dihadiri oleh perwakilan yang sah atas 2.636.086.200 saham, atau mewakili 88,31% dari seluruh saham dengan hak suara yang dikeluarkan perseroan.

Selain ditempatkan sebagai dividen tunai, laba bersih Tahun Buku 2025 perseroan juga dibagikan sebesar Rp20.000.000.000 (Rp20 miliar) sebagai dana cadangan modal guna memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) dan Pasal 23 Anggaran Dasar Perseroan.

"Sisanya akan dimasukkan untuk menambah Saldo Laba guna mendukung operasional dan pengembangan usaha strategis perseroan ke depan," tulis manajemen PBSA dalam laporan resminya.

Adapun jadwal beserta tata cara teknis mengenai pembagian dividen tunai ini akan diumumkan lebih lanjut oleh perseroan sesuai dengan ketentuan dan peraturan pasar modal yang berlaku.

Selain memutuskan pembagian dividen, rapat tersebut juga mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Auditan tahun buku 2025, menunjuk Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra untuk audit buku tahun 2026, serta menyetujui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 pada Anggaran Dasar perseroan. 

Filter