FAC News
BFI FINANCE BAKAL ALIHKAN SAHAM TREASURY LEWAT PROGRAM MESOP
IQPlus, (8/5) - PT BFI Finance Indonesia Tbk (Perseroan) berencana mengalihkan seluruh saham hasil pembelian kembali (buyback) atau saham treasury melalui Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP). Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan rasa memiliki serta kinerja manajemen dan karyawan demi pertumbuhan perusahaan yang berkesinambungan.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (8/5/2026), total saham treasury yang akan dialihkan mencapai 290.000.000 lembar saham. Saham tersebut berasal dari dua periode buyback, yakni tahap pertama pada Agustus-Oktober 2025 sebanyak 190 juta saham, dan tahap kedua pada Februari-Maret 2026 sebanyak 100 juta saham.
Program peserta ini mencakup Direksi dan karyawan senior dengan masa kerja minimal 10 tahun yang memegang posisi strategis. Penentuan peserta akan dilakukan oleh Direksi berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi dengan kriteria penilaian kinerja dan perilaku yang baik. Manajemen menegaskan bahwa program ini tidak akan menimbulkan efek dilusi bagi pemegang saham lainnya karena tidak menggunakan skema publikasi saham baru.
Selain itu, saham hasil pelaksanaan hak opsi ini tidak terkena ketentuan lock-up, sehingga dapat langsung bertransaksi setelah peserta melaksanakan haknya. Mengenai harga pelaksanaan, Dewan Komisaris akan menetapkan angka yang tidak lebih rendah dari harga rata-rata pembelian kembali saham treasury. Sebagai gambaran, harga rata-rata penutupan perdagangan periode 12 Januari hingga 10 April 2026 berada di level Rp722,23 per saham. Dengan asumsi harga tersebut, total pembayaran dari peserta program diperkirakan mencapai Rp209,44 miliar.
Implementasi Program Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP) akan dilaksanakan secara bertahap dalam tiga periode, yakni Tahap I pada 3 Agustus 2026 hingga 31 Agustus 2026, Tahap II pada 2 Agustus 2027 hingga 31 Agustus 2027, serta Tahap III pada 3 Agustus 2028 hingga 31 Agustus 2028.
Rencana besar ini terlebih dahulu akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan persetujuan pada tanggal 20 Mei 2026 di Tangerang Selatan. Sesuai ketentuan, keputusan rapat akan sah jika disetujui oleh lebih dari 1/2 bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang hadir.