FAC News
BENAHI STRUKTUR EKUITAS, FKS FOOD (AISA) TEMPUH KUASI REORGANISASI
IQPlus, (9/4) - Emiten produsen makanan ringan dan kebutuhan pokok, PT FKS Food Sejahtera Tbk. (AISA) atau Perseroan, mengumumkan rencana strategis untuk melakukan kuasi reorganisasi guna memperbaiki posisi keuangan dan struktur ekuitas perusahaan. Langkah ini diambil untuk memberikan gambaran kondisi keuangan yang lebih sehat tanpa terbebani oleh defisit akumulasi kerugian dari masa lalu.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, Perseroan mencatat saldo defisit yang cukup signifikan, mencapai Rp2,72 triliun. Kerugian ini sebagian besar merupakan akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya, terutama pada tahun 2017 akibat penurunan nilai piutang pihak berelasi dan investasi. Meski demikian, kinerja operasional Perseroan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif dengan membukukan laba usaha dan laba neto yang konsisten dari tahun 2023 hingga 2025.
"Kuasi reorganisasi dilakukan untuk menata kembali kondisi laporan keuangan agar menunjukkan posisi yang lebih sehat dan kinerja yang sebenarnya tanpa dibebani defisit masa lalu," ungkap Direksi dalam keterbukaan informasinya.
Proses penghapusan defisit ini akan dilakukan melalui beberapa tahap eliminasi menggunakan pos-pos ekuitas. Perseroan akan memanfaatkan agio saham sebesar Rp1,31 triliun dan selisih nilai transaksi entitas sepengendali senilai Rp197,8 miliar. Sisa defisit yang belum tertutup akan diatasi melalui mekanisme penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar.
Dalam rencana tersebut, nilai nominal saham Seri A akan diturunkan dari Rp500 menjadi Rp181 per saham, sementara saham Seri B akan turun dari Rp200 menjadi Rp72 per saham. Melalui langkah ini, modal ditempatkan dan disetor penuh yang semula Rp1,9 triliun akan disesuaikan menjadi sekitar Rp685,16 miliar.
Selain menyehatkan neraca keuangan, rencana ini bertujuan untuk memberikan landasan bagi Perseroan untuk dapat membagikan dividen kepada pemegang saham di masa mendatang. Dengan kondisi keuangan yang lebih bersih (fresh start), Perseroan juga optimis akan lebih mudah memperoleh pendanaan untuk pengembangan usaha lebih lanjut.
Rencana kuasi reorganisasi dan pengurangan modal ini dijadwalkan akan dimintakan persetujuan kepada para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya digelar pada 15 Mei 2026. Pelaksanaan final masih bergantung pada persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia dan ketiadaan keberatan dari kreditur.