FAC News

Belanja Modal Naik Lebih dari Dua Kali Lipat, Ini Daftar Proyek Prioritas PGN (PGAS)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) alias PGN bersiap meneruskan ekspansi tahun ini.
PGN telah menyiapkan program prioritas yang termuat dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Gigih Prakoso Soewarto menuturkan, salah satu fokus PGAS adalah penentuan harga gas industri sesuai dengan mandat Presiden Jokowi.
Selain itu, PGN juga mematangkan beberapa proyek investasi yang difokuskan untuk pembangunan jaringan gas (jargas) yang telah menjadi mandat PGN.
PGAS telah mendapat mandat pengembangan jargas sebanyak 10 juta sambungan jargas hingga 2024. "Tentunya kami juga akan berkonsultasi dengan Komisaris bagaimana nanti bisa merealisasikan sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah," papar Gigih usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Selasa (21/1).
Tahun ini, PGN bakal merealisasikan 700.000 sambungan jargas baru. Sebanyak 266.070 sambungan akan dibangun dengan dana APBN. Nilainya sekitar Rp 3 triliun. "Sisanya merupakan program mandiri yang diinvestasikan oleh PGN," imbuh Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGB Redy Ferryanto.
PGN juga akan mengembangkan Jargas Kita Mandiri dengan target sebanyak 50.000 sambungan di 16 wilayah kota dan kabupaten. Selain itu, PGN juga akan terus melanjutkan proyek pipanisasi transmisi dan distribusi.
PGN juga akan melaksanakan kebijakan Kementerian ESDM yang baru, yakni membantu Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk melakukan konversi energi berbasis solar ke gas maupun liquefied natural gas (LNG).Gigih memastikan bahwa pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong masih terus bergulir. Dus, terminal LNG yang terletak di Jawa Timur ini diproyeksikan bakal beroperasi pada Juni tahun ini.
Adapun Terminal LNG Teluk Lamong memiliki kapasitas 40 BBTUD dan LNG filling dengan kapasitas 10 BBTUD. Pembangunan terminal ini dimaksudkan salah satunya untuk menjangkau wilayah baru di Jawa Timur.
Untuk menyukseskan pelaksanaan aksi korporasi tersebut, PGAS menggelontorkan belanja modal sebesar US$ 500 juta hingga US$ 700 juta tahun ini. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan capex tahun 2019 yang hanya sekitar US$ 225 juta.
Namun, manajemen PGN belum bisa memastikan sumber pendanaan capex tahun ini. Sebab, PGN masih menimbang alternatif pendanaan yang dirasa paling menguntungkan. Gigih menyebut, penggunaan capex akan difokuskan untuk melakukan pengembangan organik.
Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar kemarin, pemegang saham PGAS juga sepakat menunjuk Mantan Wakil Menteri ESDM di era Kabinet Kerja I 2014-2019 Arcandra Tahar sebagai Komisaris Utama PGAS. Arcandra menggantikan I.G.N Wiratmaja Puja.