Beranda Berita TINGKATKAN LIKUIDITAS SAHAM, PKPK RENCAN...

TINGKATKAN LIKUIDITAS SAHAM, PKPK RENCANAKAN STOCK SPLIT 1:10

Aksi Korporasi PKPK Rabu, 4 November 2026 2 menit baca 17 views
TINGKATKAN LIKUIDITAS SAHAM, PKPK RENCANAKAN STOCK SPLIT 1:10

IQPlus, (4/11) - PT Paragon Karya Perkasa Tbk (Perseroan atau IDX:PKPK) mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:10. Pengumuman penting ini disampaikan secara terbuka kepada para pemegang saham melalui prospektus ringkas yang diterbitkan pada 4 November 2026.

Melalui aksi korporasi tersebut, nilai nominal saham Perseroan yang sebelumnya tercatat sebesar Rp200 per lembar akan disesuaikan menjadi Rp20 per lembar. Konsekuensinya, jumlah total lembar saham Perseroan akan bertambah sepuluh kali lipat, dari semula 1.200.000.000 (1,2 miliar) saham menjadi 12.000.000.000 (12 miliar) saham.

Manajemen Perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan stock split ini tidak akan mengubah jumlah modal dasar, modal ditempatkan, maupun modal disetor Perseroan dalam nilai Rupiah. Perubahan hanya terjadi pada nilai nominal setiap lembar saham dan total keseluruhan jumlah saham beredar.

Alasan utama di balik aksi korporasi ini adalah tingginya harga pasar saham Perseroan saat ini. Dengan pemecahan saham, harga per lembar diharapkan menjadi jauh lebih terjangkau sehingga mampu memperluas distribusi kepemilikan dan menjangkau berbagai lapisan investor perorangan atau ritel.

Selain itu, penambahan jumlah lembar saham di pasar diyakini dapat mendongkrak likuiditas perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) agar menjadi jauh lebih aktif.

Rencana pemecahan saham ini sendiri telah mengantongi surat persetujuan prinsip dari BEI bernomor S-13394/BEI.PP3/10-2026 yang diterbitkan pada 23 Oktober 2026. Sebagai syarat kelengkapan dokumen, Perseroan juga telah menyampaikan Laporan Penilaian independen oleh KJPP Ihot Dollar & Raymond per 31 Juli 2026.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, nilai pasar 100% ekuitas atau saham Perseroan ditetapkan sebesar Rp5.888.212.011.000 atau setara dengan Rp4.907 per saham.

Guna meminta restu atas rencana strategis ini, Perseroan dijadwalkan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 11 Desember 2026. Seluruh rangkaian jadwal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di bursa direncanakan mulai bergulir menjelang akhir Desember 2026 hingga awal Januari 2027. 

Butuh Bantuan?