» Detail News

Kamis, 04 Juli 2019 - 14:29:26 WIB

Posting by : DEA
Category    : Corporate News - Reads : 85



BEI cabut suspensi saham PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS) pada hari ini, Kamis (7/4). Ketika berita ini ditulis, harga saham KIAS mulai bergeliat.

Tercatat, sejak perdagangan dibuka, harga saham KIAS menghijau sebesar 10 basis poin atau setara dengan 10% di level 110. Harga itu menguat dari harga sebelumnya di level 95.

Berdasarkan data RTI, terjadi 3.087 kali transaksi saham KIAS dengan volume mencapai 72,3 juta saham. Nilai transaksi itu mencapai Rp 7,8 miliar.

Sebagai informasi, saham KIAS sudah disuspensi oleh BEI sejak 28 Juli 2017. Suspensi itu dilakukan lantaran dua tahun lalu KIAS tidak memenuhi ketentuan V1 atas Peraturan BEI Nomor I-A.

KIAS mendapatkan sanksi karena tidak memenuhi ketentuan soal jumlah saham yang dimiliki pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama. 

Aturan BEI mewajibkan emiten agar menyetorkan 50 juta saham dan/atau paling kurang 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor.

24 Juni 2019 lalu, KIAS melaporkan penjualan sahamnya yang dipegang oleh SCG Building Materials Co., Ltd. SCG Building tercatat melepas sebanyak 575 juta saham KIAS dengan harga Rp 20 per saham. Pasca penjualan itu, jumlah kepemilikan saham SCG Building menjadi 13,80 miliar saham atau setara dengan 92,46% dari total modal ditempatkan dan disetor.

Pada tanggal 25 Juni 2019, KIAS resmi mengajukan permohonan pencabutan suspensi sahamnya di bursa sebelum akhirnya resmi dicabut suspensinya oleh BEI.

Sumber : www.Kontan

  Tag :




    Berita Terkait :

  • Right Issue TRAM, BEI Yakin Sistem Perdagangan Tak Terganggu.
  • Duh! Frekuensi Cuma 5 kali, 2 Saham IPO Ini Auto Reject Atas
  • Bosan! Ada Harapan Bunga The Fed Turun, IHSG Cuma Naik Tipis
  • BEI Cermati Pola Transaksi Saham Golden Flower.
  • Maybank Catatkan Obligasi Rp1 Triliun di BEI.