» Detail News

Rabu, 15 Mei 2019 - 13:45:00 WIB

Posting by : DEA
Category    : Market News - Reads : 26



Meski Saham Indofood Turun 15%, Tapi Asing Masih Setia


Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada perdagangan hari ini masih tertekan seiring dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan. Kinerja positif tak mampu menahan sentimen jual di pasar saham domestik. 

Kinerja perusahaan Fast Moving Consumer goods (FMCG) tersebut masih minus 15,4% sejak awal tahun. Meski kinerja sahamnya menyusut, ternyata investor asing masih membukukan beli bersih (net buy) senilai Rp 1,23 triliun sepanjang tahun ini.

Pada penutupan perdagangan sesi I pukul 12.00 WIB, saham INDF melemah sebesar 1,18% ke level Rp 6.300/unit saham. Volume transaksi mencapai 430 ribu unit saham senilai Rp 2,3 miliar.

Dalam 3 bulan pertama tahun 2019 ini, kinerja INDF sebenarnya cukup positif. Total penjualan perusahaan tercatat sebesar Rp 19,17 triliun, naik 8,73% year-on-year (YoY) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 17,63 triliun.

Kenaikan penjualan masih berasal dari transaksi dengan pihak ketiga, yaitu sebesar Rp 17 triliun, dimana sisanya Rp 2,17 triliun dari transaksi dengan pihak berelasi.

Laba bersih INDF akhirnya tercatat mengalami kenaikan 13,53% secara tahunan menjadi Rp 1,35 triliun. Margin bersih perusahaan tercatat meningkat dari 6,74% di kuartal I-2018 menjadi 7,04% pada kuartal I-2019.

Beban pokok penjualan hanya mencatatkan kenaikan 8,10% YoY menjadi Rp 13,37 triliun. Peningkatan biaya pada beban pokok penjualan mampu ditekan karena sisa persediaan barang, baik dalam proses atau barang jadi, turun 59,34% YoY.

Namun, belakangan pergerakan saham INDF cenderung tertekan. Hal ini terlihat dari posisinya yang bergerak di bawah rata-rata harganya dalam lima hari hari terakhir (moving average/MA5).

Situasi global yang kurang kondusif diyakini membuat instrumen berisiko seperti saham memang agak sedikit ditinggalkan. Salah satu penyebabnya adalah tensi geopolitik antara China dengan AS yang meningkat membuat pertumbuhan ekonomi global terganggu.

Sumber : www.CNBC Indo

  Tag :

indf




    Berita Terkait :

  • Prospek Harga CPO Membaik, Mampukah Saham Indofood Sukses Makmur (INDF) Tembus Rp9.500?
  • Inilah rekomendasi teknikal saham BBNI, INCO, dan INDF untuk Rabu
  • Saham Emiten Konsumer Kerek IHSG, INCF Melesat Hampir 35%
  • Pabrik Baru Indofood (INDF) Mulai Konstruksi Tahun Depan
  • Indofood Bukukan Penjualan Rp 54,74 Triliun