» Detail News

Kamis, 24 Januari 2019 - 11:11:01 WIB

Posting by : Deny
Category    : Economic News - Reads : 217



Adhi Karya Garap Proyek PDAM Dumai - Kejar Pertumbuhan Kontrak Baru


PT Adhi Karya Tbk (ADHI) terpilih menjadi salah satu pemenang proyek investasi sistem penyediaan air minum (SPAM) di Dumai dengan nilai investasi seluruhnya mencapai Rp489 miliar. Proyek investasi tersbeut mempunyai masa konsesi selama 25 tahun.

Corporate Secretary ADHI, Ki Syahgolang Permata dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan bahwa proyek investasi dengan skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU) tersebut dibiayai seluruhnya dari konsorsium pemenang, yaitu ADHI dan PT Adaro Tirta Mandiri. Asal tahu saja, keduanya menjadi pemenang dalam proyek tersebut dengan besaran porsi 51% milik ADHI dan 49% milik Adaro.”Untuk melaksanakan pembangunan dan operasional SPAM kota Dumai, ADHI bersama Adaro akan mendirikan anak usaha sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP), di mana pendanaannya berasal dari 30% ekuitas dan 70% pinjaman,”kata Syahgolang.

Proyek garapan ADHI dan Adaro tu direncanakan dapat memasok air minum kepada perusahaan milik pemerintah daerah (PDAM Dumai) dengan rencana produksi yang dilakukan bertahap. Nantinya, perusahaan pemenang proyek ditargetkan dapat memproduksi air minum sampai dengan 450 liter per detik.Adapun sumber air yang akan dimanfaatkan dalam produksi ini berasal dari Sungai Mesjid di Kelurahan Bukit Timah, Dumai.“Pembangunan ini ditargetkan dapat tersambung ke 20.300 sambungan rumah pada tahun 2024. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menikmati aliran air minum langsung ke rumah mereka masing-masing,”jelasnya.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 4-5 triliun. Direktur Keuangan Adhi Karya, Entus Asnawi pernah bilang,jumlah belanja modal tahun depan masih relatif stagnan dibandingkan tahun ini, yaitu sebesar Rp 4 triliun. Alasannya, sebagian besar masih melanjutkan sebagian besar proyek yang sudah kontrak pada tahun ini. “Kami masih fokus pada proyek tol, sumber daya air, dan untuk anak perusahaan. Kemungkinan akan lebih besar pada sektor jalan tol dan properti," ujar Enthus.

Adapun beberapa proyek yang akan dikejar oleh perusahaan dengan kode emiten ADHIadalah proyek jalan tol Aceh-Sigli sepanjang 74 kilometer (km), revitalisasi terminal II, dan tol dalam kota enam ruas senilai Rp 1,4 triliun. Enthus menuturkan, saat ini Adhi Karya juga tengah menginisiasi pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta-Lulonptogo dan sejumlah proyek sistem penyediaan air minum.

Meski kondisi pasar tengah lesu, Enthus menuturkan akan mengupayakan segala cara untuk pembiayaan belanja modal tahun depan, seperti memanfaatkan kas internal dan aksi korporasi. Saat ini, kata dia, masih ada sisa penawaran umum berkelanjutan sebesar Rp 2 triliun. Selain itu, perusahaan akan melakukan aksi korporasi seperti initial public offering untuk dua anak usahanya, yaitu PT Adhi Commuter Properti (ACP) dan Adhi Persada Gedung (APG). "Masing-masing kami lepas 30% sahamnya," ujar Entus.


Sumber : www.NERACA

  Tag :

adhi




    Berita Terkait :

  • Proyek LRT Jabodetabek tahap I mencapai 55,9% pada akhir 2018
  • Adhi Karya (ADHI) mengantongi kontrak baru Rp 24,8 triliun tahun lalu
  • Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 92,27%
  • Adhi Karya (ADHI) Realisasikan 92,27% Target Kontrak Baru 2018
  • Lagi, ADHI Terima Bayaran Rp 2,8 Triliun - Garap Proyek LRT