» Detail News

Jumat, 11 Januari 2019 - 15:08:48 WIB

Posting by : Deny
Category    : Corporate News - Reads : 109



Pollux Investasi Incar Penjualan Rp 520 Miliar - Optimalkan Recurring Income


Tahun ini, PT Pollux Investasi Internasional Tbk memproyeksikan marketing sales pada 2019 bisa naik 26,5%year on yearmenjadi Rp520 miliar.“Nantinya marketing sales berasal dari recurring income dan proyek yang telah ada dan marketing sales tahun lalu tercatat sebesar Rp 411 miliar,”kata Direktur Pollux Investasi Internasional Tbk (POLI), Leonora Dewi Susanti di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, guna memenuhi target penjualan tahun ini perseroan fokus pada properti yang dimiliki saat ini.Mengingat penjualan bergantung pada pendapatan recurring income, maka tahun ini perseroan akan mengoptimalkan pendapatan recurring income. Dimana pendapatn recurring incomepada tahun lalu Rp260 miliar dan kalau tahun ini bakal mencapai Rp300 miliar.

Saat ini, net asset value (NAV) perseroan adalah sebesar Rp4,7 triliun. Properti yang dimiliki perseroan adalah Paragon Mall, Po Hotel, apartemen WR Residence, Hotel Louis, Kienne Simpang Lima, Apartemen Pinnacle, Hotel Louis Kienne Pandanaran, Apartemen Marquis de Lafayette dan Hotel Louis Kienne Pemuda.

Pada 2019, alokasi belanja modal sekitar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk Paragon Mall yang telah beroperasi selama 10 tahun. Dia mengatakan, Paragon Mall dikenal sebagai mal terbaik di Semarang, sehingga dibutuhkan belanja modal untuk tetap bertahan di tengah persaingan bisnis mal yang semakin ketat.

Paragon Mall akan menyerap sekitar 80% dari belanja modal tahun ini. Belanja modal tersebut akan menggunakan dana internal dan dana hasil initial public offering (IPO). Pada debut perdana di pasar modal, saham POLI melompat 49,85% menjadi Rp 2.450 per saham, sebelumnya POLI menetapkan harga Rp 1.635 per saham pada initial public offering (IPO).Adapun saham yang dilepas POLI sebanyak 402,105 juta saham baru atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Melalui aksi IPO ini, POLI meraup dana segar Rp 657,44miliar.

POLI berencana menggunakan 76,65% dana IPO untuk pengembangan usaha dan sisanya digunakan untuk pembayaran pinjaman pemegang saham serta modal kerja. Pada perhelatan IPO, POLI menunujuk UOB sebagai penjamin emisi efek. Sebagai informasi, POLI adalah perusahaan yang menjalankan sebuah usaha dalam bidang pengembangan properti melalui penyertaan saham pada 21 anak perusahaan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2009.

Kemudian, kata Dewi, perseroan juga berencana untuk mengambilalih obligasi konversi PT Nobel Properti Kencana (NPK) yakni perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan properti. POLI bakal menggunakan Rp500 miliar dana IPO untuk membeli obligasi konversi Nobel Properti Kencana. Sebagai informasi, perusahaan properti PT Nobel Properti Kencana (NPK) mengincar dana senilai Rp100 miliar melalui aksi penawaran umum perdana saham atau intial public offering. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi lahan di Nusa Penida.


Sumber : www.NERACA

  Tag :




    Berita Terkait :

  • 2019, Saat Tepat Investasi Lahan di Bali
  • Indo Straits anggarkan Rp 1,95 miliar untuk buy back saham program MESA
  • Schroder Target AUM Rp 98 T, Ini Kriteria Saham Pilihannya
  • IHSG Menguat 0,26% di Awal Sesi II
  • Indo Straits (PTIS) mengantongi restu buyback