» Detail News

Jumat, 09 November 2018 - 08:26:27 WIB

Posting by : Deny
Category    : Economic News - Reads : 10



Gandeng Huadin, PTBA Ekspor 2 Juta Ton Per Tahun ke Tiongkok


PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Huadian Trading International dalam acara China International Import Expo, Selasa (6/11). MoU ini terkait dengan kerja sama ekspor pasokan batubara sebesar 2 juta ton per tahun untuk lima tahun kedepan.

Melalui keterangan resmi perusahaan, dijelaskan bahwa, Bukit Asam dan Huadian memiliki fokus dan keahlian masing-masing untuk dapat berkolaborasi dan bekerja sama dalam mengembangkan project yang potensial untuk kedua belah pihak.

Dikutip dari situs perusahaan, penandatanganan nota kesepahaman ini dinilai sebagai upaya perusahaan untuk menjawab tantangan yang ada, membuat PTBA harus selalu berinovasi untuk meningkatkan bidang bisnis batubara, mengkaji potensi bisnis jangka panjang, dan fokus pada kinerja operasional.


Sebelumnya, Bukit Asam dan Huadian juga telah berkolaborasi dalam bisnis PLTU. Harapan dengan adanya MoU ini kolaborasi bisnis antara PTBA dan Huadian dapat semakin terjalin dengan baik.

Selain itu, bersama dengan PT Pertamina (Persero), perusahaan juga telah menjalin kerja sama dengan Air Products and Chemicals Inc, perusahaan berbasis di Amerika Serikat. Kerja sama itu dalam rangka meningkatkan nilai tambah batu bara Indonesia. 

Penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan di Allentown, AS, Rabu (7/11/2018). Kerja sama meliputi pengembangan gasifikasi batubara di Mulut Tambang Batubara Peranap, Riau untuk menjadi dimethylether (DME) dan syntheticnatural gas (SNG).

Dengan kerja sama itu, maka pabrik gasifikasi di Peranap diharapkan dapat mulai beroperasi pada 2022. Kapasitas pabrik yang akan didirikan memiliki kapasitas 400 ribu ton DME per tahun dan 50 mmscfd SNG.


Sumber : www.CNBC

  Tag :




    Berita Terkait :

  • Pantaskah Dapat Cuan 1.000% Lebih Dari Saham Ini?
  • Cair! Inalum Punya Modal Beli Saham Freeport
  • Pembukaan Pasar: Rupiah Melemah ke Rp 14.600/US$
  • Perhatikan Aksi 8 Emiten Ini Sebelum Perdagangan Dibuka
  • Dibayangi Aksi Ambil Untung, IHSG Bakal Terkoreksi Wajar