» Detail News

Senin, 22 Oktober 2018 - 10:35:49 WIB

Posting by : DEA
Category    : Corporate News - Reads : 19



PTBA Butuh Pasokan Batubara 9 Juta Ton Per Tahun Untuk Proyek Gasifikasi Batubara


Dalam beberapa bulan ke depan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan memulai pembangunan pabrik gasifikasi batubara. Sekretaris Perusahaan PTBA, Suherman mengatakan, setelah beroperasi pabrik ini membutukan pasokan batubara sebesar 9 juta ton per tahun.

“Sesuai rencana, kebutuhan batubara untuk proyeksi ini sekitar 9 juta ton per tahun,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (21/10). 

Proyek ini merupakan salah satu bentuk hilirisasi yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN dan akan groundbreaking dalam beberapa bulan ke depan ini. “Kami harapkan Desember 2018 ini sudah bisa mulai konstruksi,” kata Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin.

Proyek gasifikasi batubara merupakan joint venture PTBA dengan PT Pertamina, PT Pupuk Indonesia, serta PT Chandra Asri Petrochemical. Perusahaan belum menentukan besaran porsi saham dari kerja sama ini. “Saat ini masih dalam pembicaraan dengan para mitra PTBA,” imbuh Suherman.

Pabrik gasifikasi ini akan dibangun di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Dengan membangun pabrik ini, PTBA tak hanya menjadi eksportir batubara atau bahan baku saja. Proyek dimethyl ether ini nantinya akan mengonversi batubara ke gas, selain itu juga dapat menghasilkan pupuk.

Pembangunan ini juga menjadi salah satu upaya untuk menekan impor LPG serta nantinya harga jual ke masyarakat dapat lebih murah. 

PTBA memerlukan waktu sekitar 2,5 tahun untuk merampungkan pabrik gasifikasi batubara ini. Dalam pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, investasi dari proyek ini mencapai US$ 1 miliar sampai US$ 1,5 miliar. “Pada tahap awal dialokasikan dari dana sendiri,” tutup Seherman.

Sumber : www.Kontan

  Tag :

ptba




    Berita Terkait :

  • Cetak Laba Rp 3,17 T, Harga Saham PTBA Naik 1,56%
  • Harga Batu Bara Menguat, Saham PTBA Terdongkrak 4,32%
  • IHSG Naik Tipis, Berikut 5 Saham Paling Aktif
  • Saham ASII & PTBA Dorong JII Menguat 0,27% Pagi Ini
  • Bukit Asam berharap kembali ke Indeks MSCI November mendatang