» Detail News

Kamis, 20 September 2018 - 08:13:24 WIB

Posting by : Deny
Category    : Market News - Reads : 32



IHSG Berpeluang Naik, Cermati Kabar Emiten-emiten Berikut


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 61 poin (+1,06%) ke level 5.873 pada perdagangan hari Rabu (19/09/2018). Sektor aneka industri meroket 4,9% didorong kenaikan harga saham PT Astra International (ASII) yang melejit 4,9%.

Nilai transaksi bursa tercatat sebesar Rp 6,6 triliun dengan volume sebanyak 9,7 miliar unit saham. Frekuensi perdagangan adalah 408.960 kali.

Adapun sektor yang paling memberikan sumbangan poin penguatan bagi IHSG adalah konsumer dan aneka industri, dengan sumbangan poin pengutan bagi indeks masing-masing 17 poin dan 14 poin.


Saham-saham yang paling banyak diburu investor berdasarkan nilainya yakni: PT H.M Sampoerna Tbk/HMSP (+1,87%), PT Unilever Indonesia Tbk/UNVR (+1,48%), PT Astra international Tbk/ASII(-5,34%), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (+2,04%).

Berada di zona positif, terdapat berbagai aksi dan pergerakan dari berbagai emiten yang patut untuk diperhatikan. Berikut ulasannya.


1. Astra Graphia Kucurkan Pinjaman Rp 125 M untuk Anak Usaha
PT Astra Graphia Tbk (ASGR) memberikan fasilitas pinjaman uncommited kepada dua anak usaha senilai total Rp 125 miliar. Kedua pinjaman ini memiliki tingkat bunga sebesar JIBOR plus 2% dengan tenor selama dua tahun.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, dua anak usaha tersebut yaitu PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) dan PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI).


2. Keluarga Bakrie Tak Lagi Jadi Pengendali BUMI
Keluarga Bakrie ternyata bukan lagi menjadi pengendali PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Sejak pelaksanaan restrukturiasi utang, maka sebagian besar saham yang dimiliki keluarga Bakrie diserahkan kepada kreditor sebagai bagian dari dikonversi utang perseroan.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, Dileep Srivastava, menjelaskan saat ini yang tercatat sebagai pemegang saham pengendali saham BUMI adalah Chendong Investment Corporation (CIC), perusahaan asal China yang sempat memberikan pinjaman melalui obligasi konversi.


3. Krakatau Steel Cetak Ekspor Rp 1,14 T
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sepanjang tahun ini telah mencatatkan ekspor senilai US$ 77 juta atau Rp 1,14 triliun. Jumlah tersebut sudah lebih tinggi dibandingkan dengan komitmen ekspor yang diberikan ke pemerintah yakni Rp 900 miliar.


4. Likuiditas Lemah, Rating Lippo Karawaci Dipangkas Moody's
Moody's Investor Service menurunkan peringkat PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dari B2 menjadi B3 dengan outlook negatif. Bersamaan dengan itu, Moody's juga menurunkan peringkat obligasi senior tanpa jaminan yang diterbitkan oleh Theta Capital Pte. Ltd., yang merupakan anak usaha LPKR dengan rating yang sama.

"Penurunan peringkat mencerminkan ekspektasi kami bahwa arus kas operasi Lippo Karawaci di level perusahaan induk akan melemah lebih lanjut dalam 12-18 bulan ke depan, sehingga kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya akan bergantung pada kemampuan penjualannya," tulis Moody's dalam risetnya, Rabu (19/9/2018).


5. Pasar Saham Volatil, Inarno: Calon Emiten Tunda IPO
Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan sekitar 20 calon emiten yang melakukan penawaran saham umum perdananya (initial public offering/IPO) hingga akhir tahun 2018. Namun, di tengah gejolak ekonomi global saat ini banyak calon emiten yang masih menunggu kondisi pasar yang mulai stabil agar IPO yang dilakukan bisa diserap secara maksimal oleh pasar.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan bahwa kondisi tersebut sangatlah wajar bagi calon emiten dan hanya reaksi sementara dari para calon emiten.


6. Umumkan Rencana Akuisisi, Saham TCPI Bergerak Liar Lagi
Harga saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) kembali bergerak liar pada perdagangan kemarin. Kenaikan harga saham tersebut terjadi setelah perseroan mengumumkan akusisi perusahaan di bidang jasa pelayaran. 

TCPI baru saja menyampaikan keterbukaan informasi yang menyampaikan akan mengakuisisi PT Kanz Gemilang Utama (KGU) yang bergerak di bidang jasa pelayaran. Aksi tersebut diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sehubungan dengan pembelian seluruh saham KGU tersebut pada 18 September 2018.


Sumber : www.CNBC

  Tag :

asgr,bumi,kras,lpkr




    Berita Terkait :

  • Ini Kata Analis Soal Saham BUMI yang Kurang Likuid
  • Perhatian! Keluarga Bakrie Tak Lagi Jadi Pengendali BUMI
  • Krakatau Steel Ungkap Beredarnya Baja Ilegal Asal China di RI
  • IHSG Hijau, Rekomendasi Beli Saham BBNI, GGRM, INDF, INCO, KRAS, WEGE
  • AKSI EMITEN 23 AGUSTUS: BUMN Konstruksi Masih Kebal, PGAS Raih Laba Rp2,1 Triliun