» Detail News

Kamis, 05 Oktober 2017 - 14:57:00 WIB

Posting by : Fransiska Lintang
Category    : Economic News - Reads : 132



Ekonomi Kuartal III Diprediksi di atas 5,1%


Tim Ekonom dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini akan berada di level 5,1%. Angka tersebut di bawah proyeksi pemerintah yang 5,2% dan outlook Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang sebesar 5,17%.

“Kalau kami mungkin 5,0% gemuk sampai 5,1%,” kata Chief Economist Bank Mandiri Anton Hermanto Gunawan di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (4/10).

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun ini menurutnya akan berada di atas 5,1%, “Kuartal III ini pasti di atas pertumbuhan ekonomi semester I, bahkan di atas rata-rata 5,1%,” ujarnya.

Ia melanjutkan, salah satu yang akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di sisa waktu yang ada pada tahun ini adalah belanja pemerintah yang akan lebih besar. Ia mencatat, pada kuartal III dan IV tahun lalu, belanja pemerintah masing-masing turun 2,95% dan 4,05% secara year on year (yoy).

Hal ini menurut Anton didorong oleh angka realisasi dari budget pemerintah secara akumulasi sampai Agustus yang menunjukkan peningkatan yang lumayan dari tahun sebelumnya.

Dari awal tahun sampai 31 Agustus 2017, realisasi penerimaan pajak telah mencapai 53,5% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar Rp 1.283,57 triliun.

Dengan demikian, hingga Agustus tahun ini penerimaan pajak mencapai Rp 685,6 triliun dengan angka pertumbuhan 10,23% dibandingkan tahun lalu. Namun begitu, ia memperkirakan penerimaan pajak masih akan ada shortfall tahun ini.

“Masih akan ada gap dari tax revenue saja Rp 134 triliun tetapi ini masih kurang lebih inline dengan pertumbuhan ekonominya,” ucapnya.

Gap ini menurutnya akan tertutup oleh non tax revenue atau PNBP yang kemungkinan masih ada peningkatan karena harga minyak naik dan kurs. Adapun dengan realisasi belanja pemerintah yang normalnya 95% juga bisa menutup gap dari penerimaan.

“Kami optimistis defisit 2,6% sampai 2,7%, jadi ada risiko tetap, tapi lebih kecil. Spending menjadi lebih tinggi,” kata dia.

Sementara itu, Ekonom Universitas Indonesia (UI) dan Program Director Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya mengatakan bahwa ada sinyal baik bagi pertumbuhan ekonomi di kuartal III.

“Kuartal III saya lihat 5,1% bisa tercapai. Kalau bagus sekali bisa 5,2%. Range-nya saya kira segitu bila beberapa kondisi tercapai. Hal ini tidak mustahil,” katanya.

Beberapa kondisi tersebut di antaranya belanja pemerintah dalam APBN-P 2017 yang akan mendorong konsumsi masyarakat, investasi yang meningkat, dan dana Tunjangan Hari Raya (THR) yang mengalami pergeseran untuk dibelanjakan setelah Lebaran atau kuartal III.


Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

ekonomi




    Berita Terkait :

  • BPS: September 2017 Inflasi 0,13%
  • Konsumsi Netral, BI Sebut Impor Agustus Melambat
  • Deflasi, Bunga Acuan BI Bisa Turun Lagi
  • Sri Mulyani Akan Teliti Kembali RAPBN 2018
  • Penjualan Rumah AS Anjlok Hingga 9,4%