» Detail News

Jumat, 09 September 2016 - 09:47:17 WIB

Posting by : Maruli Manik
Category    : Corporate News - Reads : 1176



Waskita Beton Precast Meraup Rp 5,1 Triliun


Minat atas saham perdana PT Waskita Beton Precast Tbk cukup besar. Anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) itu menetapkan harga saham initial public offering (IPO) di level atas, yakni Rp 490 per saham.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengatakan, harga itu berada di rentang atas dari harga penawaran antara Rp 400-Rp 500 per saham. Jumlah saham yang dilepas pun ada di jumlah maksimal, yakni 10,54 miliar saham baru atau 40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dengan begitu, Waskita Beton berhasil meraih dana segar sekitar Rp 5,16 triliun. Perolehan dana ini membuat Waskita Beton menjadi perusahaan yang meraih dana IPO terbesar dalam rentang lima tahun terakhir.

"Terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar tiga kali," ujar Jarot kepada KONTAN, Kamis (9/8).

Ia menjelaskan, sebagian besar saham perdana Waskita Beton diambil oleh investor lokal. Porsi investor lokal bahkan mencapai 70% dan sisanya diserap oleh investor asing. Waskita Beton Precast akan menggunakan dana IPO untuk modal kerja dan pengembangan usaha.

Sebesar 56% dari dana IPO akan digunakan untuk mengerjakan proyek yang berkaitan dengan kegiatan operasional. Lalu sisanya 44% digunakan untuk memenuhi pertumbuhan permintaan beton.

Perinciannya: sebesar Rp 2,15 triliun akan digunakan untuk pengembangan pabrik pracetak, Rp 400 miliar untuk belanja modal pengembangan batching plant. Lalu, Rp 715 miliar untuk pembelian peralatan, dan Rp 300 miliar untuk pembelian truck mixer.

Waskita Beton akan membangun dua pabrik baru pada tahun ini. Pabrik pertama berlokasi di Klaten Jawa Tengah dengan kapasitas 100.000 ton per tahun. Lalu, pabrik kedua berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan dengan kapasitas 250.000 ton per tahun.

Jarot mengatakan, dua pabrik itu akan menambah kapasitas Waskita Beton menjadi 2,65 juta ton. Perusahaan pelat merah ini menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) Rp 1 triliun thaun ini untuk pengembangan produksi.

Tahun depan, Waskita Beton masih akan menambah kapasitas produksi 600.000 ton. Dengan penambahan kapasitas pabrik, pangsa pasar Waskita Beton bisa meningkat 5% pada tahun ini dari posisi terakhir pada 39%. Calon emiten kesebelas BEI ini berharap bisa mencetak kontrak baru Rp 8 triliun sampai akhir tahun.

Target ini melesat tinggi dari kontrak baru tahun lalu Rp 2,4 triliun. Hingga Juli 2016, Waskita Beton Precast mengantongi kontrak baru Rp 6,6 triliun. Dengan target kontrak baru itu, perusahaan ini menargetkan bisa meraih pendapatan Rp 4,9 triliun, melejit 36% dari angka tahun lalu Rp 3,6 triliun.

Laba bersihnya juga diharapkan bisa tumbuh hingga 84,7% dari Rp 335 miliar pada 2015 menjadi Rp 619 miliar di tahun ini.

Capital gain Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Capital, mengatakan, Waskita Beton merupakan perusahaan yang secara fundamental berkinerja baik, bahkan kini kinerjanya melebihi PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). Sehingga, IPO ini sudah ditunggu-tunggu investor sejak awal.

"Investor sudah ekspektasi kalau ada oversubscribed harga premium," kata Alfred.

Biasanya dengan adanya kelebihan permintaan di pasar perdana, harga saham di debut perdana akan meningkat. Pasalnya, investor yang tidak kebagian jatah di pasar perdana, akan memburu saham ini di pasar sekunder.

Dengan begitu, investor yang sudah mengambil saham di penawaran perdana bisa mendapatkan untung dari kemungkinan kenaikan harga alias capital gain saham perdana.

Apalagi saat ini kondisi IHSG masih stabil. "Kalau trader mau lepas di perdagangan awal untuk ambil untung, ya boleh saja. Tapi menurut saya ini sangat layak dikoleksi jangka panjang," imbuhnya.

Menurutnya, saham Waskita Beton layak dikoleksi karena memiliki free float jumbo sehingga dari sisi likuiditas besar. Kapitalisasi pasar saham ini juga cukup besar dengan prospek pertumbuhan yang menarik.


Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

ipo,wton




    Berita Terkait :

  • BEI Revisi Target IPO Tahun Ini Jadi 25 Emiten
  • Realisasi IPO Masih Jauh dari Target
  • Jika Ingin IPO, Start-up Wajib Berbenah
  • Aneka Gas Bidik IPO Rp 989 Miliar
  • ABMA, IPO Terbesar Kedua Tahun Ini